713 Mahasiwa Unair BKK di Lamongan, Bupati Yes: Dampingi Warga dengan Ilmu

  • Bagikan
SAMBUT HANGAT: Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (kiri) melakukan salam komando dengan Ketua LPMB Unair, Hery Purnobasuki menandai dimulainya BKK mahasiswa Unair di Kabupaten Lamongan, Selasa (6/1).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Sebanyak 713 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melakukan pengabdian masyarakat Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (6/1).

Pemkab Lamongan menyambut baik kegiatan tersebut, sebagai bagian dari kolaborasi dalam mewujudkan keberhasilan pembanguan berkelanjutan. Salah satunya dengan berkolaborasi bersama di sektor pendidikan.

Hadirnya kegiatan pengabdian masyarakat Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 Unair akan memainkan peran dalam pembangunan daerah, dengan mengimplementasikan keilmuan dan hasil riset yang dikembangkan di perguruan tinggi.

Baca juga :   Targetkan Angka 18 Persen, Lamongan Berikan Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting

Mahasiswa diyakini akan mendampingi masyarakat hingga memberikan solusi konkret, serta transfer pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan lokal, sehingga mendorong kemajuan di berbagai sektor.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat bertindak selaku pembina apel penerimaan Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 dari Universitas Airlangga di Kabupaten Lamongan, mengatakan bahwa, pembangunan daerah dimulai dengan adanya pembangunan terhadap desa.

Dengan membangun desa, kata Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur, secara otomatis mampu meningkatkan kualitas hidup mayoritas warga negara, yang secara langsung berdampak pada pembangunan daerah secara keseluruhan.

Baca juga :   Yudisium Universitas Al Hikmah, Wakil Rektor 1: Alumni Harus Miliki Keyakinan dan Tekad

Pembangunan daerah, kata Pak Yes, diaktualisasikan melalui 15 program prioritas milik Pemkab Lamongan, yang fokus terhadap tiga pilar utama. Diantaranya adalah menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal, pemerataan hasil pembangunan, dan harmonisasi sosial.

“Pemkab Lamongan menyambut baik hadirnya pengabdian masyarakat ini, karena hal itu dapat berkolaborasi untuk menyukseskan pembangunan di Lamongan melalui pendampingan masyarakat dengan keilmuan, dalam menjalankan aktivitas sosial,” kata Pak Yes.

Sedangkan Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Unair, Hery Purnobasuki mengatakan, sebanyak 713 mahasiswa pengabdian masyarakat Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Kabupaten Lamongan akan melangsungkan kegiatan mulai 6 Januari 2026 hingga 2 Februari 2026 mendatang.

Baca juga :   Terima Danseskoal, Ketua MPR RI Bamsoet Ingatkan Ancaman Perang Siber

Para mahasiswa, kata Hery, akan berfokus pada program-program kerja berkelanjutan. Hal tersebut selaras dengan misi Universitas Airlangga dalam mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

”Seluruhnya akan dibagi pemusatan di 82 desa/kelurahan di 4 kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Kedungpring, Kecamatan Sugio, Kecamatan Babat, dan Kecamatan Pucuk,” pungkas Hery. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *