INDOSatu.co – LAMONGAN – Sebanyak 80 kelompok bisnis (Poknis) yang dinyatakan lolos program Megpreneur mengikuti pembekalan inkubasi bisnis di Aula Gajah Mada Pemkab Lamongan, Rabu (11/5).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat membuka acara tersebut mengatakan, bahwa Megpreneur merupakan langkah terobosan yang diinisiasi Pemkab Lamongan, untuk memajukan dunia bisnis generasi muda di Kota Soto ini.
“Program Megpreneur ini sebagai wadah untuk berbisnis, sehingga anak-anak muda ke depan diharapkan mempunyai kekuatan dalam menghadapi globalisasi maupun perkembangan ekonomi. Yang kita semua tahu, bahwa bisnis saat ini semuanya sudah berbasis teknologi,” ujar Yuhronur.
Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur Efendi menuturkan, program Megpreneur tersebut sebagai bentuk dorongan Pemkab Lamongan untuk mewujudkan sebuah inkubasi bisnis yang akan terus berkembang.
“Sebanyak 80 kelompok yang lolos ini telah memaparkan dalam proposal bisnis, yang nantinya bisa menjadi virus dalam berbisnis yang berbasis teknologi informasi. Diharapkan, melalui inkubasi bisnis ini, akan berkembang dan berpotensi menjadi UMKM,” harap Pak Yes.
Pak Yes yakin, bahwa melalui inkubasi bisnis ini, akan melahirkan pengusaha-pengusaha sukses, wirausahawan-wirausahawan muda yang progresif dalam memenangkan pertarungan bisnis di tingkat nasional maupun di tingkat global. Ke depan, kata Pak Yes, kegiatan Megpreneur akan terus dihadirkan setiap tahun dan akan terus dikembangkan.
“Kita akan melibatkan dan memperkenalkan peserta yang lolos dengan dunia perbankan, maupun akses permodalan. Ini di depan sudah ada dari BNI, Bank Daerah, BRI, Bank Jatim, dan Mandiri, yang akan menyediakan akses permodalan bagi saudara-saudara sekalian,” kata Pak Yes.
Dengan adanya ide bisnis dan produk tersebut, kata Pak Yes, akan ditindaklanjuti dengan dibangunnya co working space yang dapat dimanfaatkan untuk para pelaku bisnis.
“Kita juga akan terus mendorong berbagai pembinaan-pembinaan, dengan berbagai kegiatan, untuk mendorong spirit, motivasi, akses permodalan, akses pasar, dan akses untuk mengembangkan kapasitas yang semuanya diperlukan dalam mengembangkan usaha bisnis untuk anak-anak muda di Lamongan,” ujar Pak Yes.
Pak Yes berharap, para kelompok bisnis yang mengikuti pembekalan inkuasi bisnis dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Jika kelak berhasil dan sukses dalam berbisnis, Pak Yes berpesan tidak melupakan Kabupaten Lamongan.
“Manfaatkan kesempatan tiga hari ke depan dengan sebaik-sebaiknya. Untuk mengembangkan diri sebagai wirausaha, manfaatkan peluang-peluang yang ada, dengan semangat dan spirit yang sebaik-sebaiknya dalam setiap kesempatan,” pungkas Pak Yes.
Sebanyak 80 kelompok bisnis yang mengikuti pembekalan tersebut dinyatakan lolos dari 260 kelompok bisnis, yang terdiri dari 60 kelompok muda dan 20 kelompok santri ini akan dipilih kembali menjadi 25 tim terbaik. (*)



