Intensifkan Kolaborasi Antar OPD, TPPS Lamongan Ikhtiarkan Capai Target Stunting 2022

  • Bagikan
BAWA MISI MULIA: Ketua TP PKK Pemkab Lamongan, Anis Kartika (depan, kanan) meninjau hasil kerajinan aggota PKK yang dirangkai dengan kegiatan internalisasi pengasuhan balita dalam rangka penurunan stunting di Aula Gadjah Mada Pemkab Lt.7, Rabu (7/12).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pemkab Lamongan mengupayakan target stunting 2022 pada angka 18,1 persen. Ikhtiar yang digencarkan melalui kolaborasi antar OPD di Lamongan itu untuk menggemakan kegiatan-kegiatan penanganan serta pencegahan terjadinya stunting di Kota Soto itu. Sebab, faktor penyebab terjadinya stunting berasal dari multi sektor, yakni gizi, pola asuh, dan sanitasi.

Pemkab Lamongan menghadirkan TPPS ini agar mendorong percepatan penurunan stunting. TPPS bekerja sama dengan seluruh OPD di Lamongan sesuai tugas masing-masing untuk mengatasi stunting.

Baca juga :   Dihadapan Tim Kemenpora, Pj. Bupati Adriyanto Banggakan Dua Pemuda Pelopor dari Bojonegoro

”Seperti diadakannya posyandu oleh Dinkes, audit oleh Dinas PPPA, menjamin kelayakan sanitasi oleh Dinas PUPR, dengan Dinas PMD, dan masih banyak lagi,” tutur Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan, Anis Kartika dalam sambutan pada kegiatan internalisasi pengasuhan balita dalam rangka penurunan stunting kepada masyarakat, di Aula Gadjah Mada Pemkab Lt.7, Rabu (7/12).

Pemkab Lamongan akan terus mendorong percepatan penurunan stunting. Dengan diadakan ragam kegiatan, diantaranya 2 kali audit kasus stunting setiap semester, posyandu, rembug stunting, perbaikan sanitasi, membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB, menggelar mini lokakarya, Duta Genre, posyandu remaja, Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja, menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) kepada calon pengantin, serta internalisasi pengasuhan balita yang digelar Rabu (7/12), hari ini.

Baca juga :   Tunjang Tingkatkan Ekonomi, Lamongan Terus Bangun Insfrastruktur yang Multiplier Effect

“Lamongan ditargetkan menempati angka 18,1 persen pada stunting, karena tahun 2021 lalu kita menempati 20,5 persen. Ikhtiar Lamongan sangat kuat dengan membentuk TPPS, melaksanakan audit, posyandu, menggerakkan TPK, dan masih banyak lagi,” kata Anis di hadapan 300 undangan dari PKK Lamongan, TPK Lamongan, Bunda Genre, keluarga baduta, keluarga balita, dan lainnya itu.

Baca juga :   Besok Kunjungi Ponpes Al Rosyid, Menteri Sandi Uno Bakal Sapa Santri dan Warga Bojonegoro

Masifnya komitmen penurunan stunting diharapkan mencapai target yang telah ditetapkan. Sebab, turunnya angka stunting akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pembangunan di masa mendatang.

“Bismillah kita bisa mencapai target. Saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dicanangkan dan kerja-kerja pihak terkait. Semoga profesionalitas dan kerja sama kita akan terus berkesinambungan,” harap Anis. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *