Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Pengamat Politik: Hanya Bisa Selesai dengan Kejujuran

  • Bagikan
PENUH MISTERI: Penampakan ijazah Jokowi yang terlipat lengkukan tengah seperti sebuah dokumen yang tidak punya makna dan menjadi barang penting menjadi sorotan publik.

INDOSatu.co – JAKARTA – Pengamat Komunikasi Politik dan Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) UIN Jakarta, Dr. Deden Mauli Darajat, mengatakan, kontroversi kasus dugaan ijazah palsu Jokowi hendaknya segera dapat dituntaskan. Hal ini karena bila terus diputar-putar maka akan merugikan bangsa Indonesia.

‘’Kita sekarang harus segera menuntaskannya agar bisa segera fokus kepada soal-soal pembangunan bangsa yang lebih urgen. Kasus ini harus segera diselesaikan. Apalagi sebenarnya persoalannya sangat sederhana. Segera saja Pak Jokowi tunjukan ijazahnya, maka hiruk pikuk kasus ini akan selesai,. Sekali lagi kasus ini hanya akan segera tuntas bila ada kejujuran,’’ kata Deden kepada wartawan Senin (26/5).

Baca juga :   Fernando: Jokowi Perlu Reshuffle untuk Tingkatkan Kinerja Kabinet

Lebih lanjut Deden mempertanyakan, mengapa kasus dugaan ijazah palsu ini terus saja diperpanjang. Padahal, sebenarnya kini persoalannya sudah mentok, yakni harus diselesaikan di depan pengadilan.

’’Pak Jokowi misalnya harus menunjukkan sikap bijak sebagai negarawan. Begitu juga sebaliknya pihak yang menuntut kepastian ijazah itu juga hendaknya bersikap sama, yakni dapat menjunjung sikap yang luhur juga,” tukas Deden.

‘’Apa pun soalnya semua pihak harus bijak. Pemerintah juga tidak perlu sampai mengeluarkan sikap sebab ini persoalan privat. Birakan saja pihak terkait menuntaskan sendiri,’’ sambung Deden.

Baca juga :   Usai Periksa sebagai Tersangka, KPK Akhirnya Tahan Hasto Kristiyanto

Yang pasti, pada kasus ini, ada beberapa hikmah yang bisa dipetik. Bagi bangsa dan para pemimpinnya, dapat menjadi pelajaran penting bahwa semua pihak harus jujur ketika sudah memasuki zaman digital. Sebab, di era ini data dari kajian teknologi, IT menjadi nyaris sejujur catatan malaikat..”

Karena kemajuan zaman pula, teknologi IT sudah berfungsi layaknya malaikat Raqib dan Atid  yang pasti jujur mencacat dosa dan pahala kita. ‘’Hikmah lainnya adalah menjadikan keberadaan arsip begitu penting dalam dunia pendidikan tinggi kita. Apalagi, kini sudah memasuki era digital. Data pendidikan harus dicatat dengan rapi di setiap institusi pendidikan,’’ ujar Deden lagi.

Baca juga :   Ngaku Taat Hukum, Sekjen PDIP Hasto Hadiri Pemeriksaan di KPK Kasus Harun Masiku

Selain itu, lanjutnya, kontroversi ijazah palsu ini menjadi pelajaran bagaimana di lembaga pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, arsip itu penting. Dan juga, saat ini semua pihak hendaknya sadar bahwa bersekolah atau kuliah itu tak sekedar mengejar ijazah semata, tetapi harus pula menguasai ilmu pengetahuan.

‘’Di atas ijazah itu ada yang lebih penting adalah ilmu yang didapatnya. Yang lebih penting lagi dari itu semua adalah kejujuran. Maka kontroversi kasus ijazah palsu kali ini menjadi pelajaran maha penting bagi bangsa ini,’’ pungkas Deden. (*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *