Tantang Duel Barrios di Las Vegas Besok, Pacquiao Ingin Cetak Sejarah

  • Bagikan
KARENA GAIRAH: Manny Pacquiao (kiri), siap berduel dengan petinju AS Mario Barrios (kanan) untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas welter WBC, Sabtu MGM Grand Garden Arena di Las Vegas. (foto: AFP]

INDOSatu.co – AMERIKA SERIKAT – Legenda tinju asal Filipina, Manny “Pacman” Pacquiao akan kembali naik ring untuk pertama kalinya sejak 2021. Petinju yang ditantang adalah Mario Barrios, petinju Meksiko yang pernah mengalahkannya secara menyakitkan tahun lalu.

Duel tersebut dijadwalkan pada hari Sabtu (19/7) besok. Pacquiao dan Barrios diperkirakan akan melakukan ring walk pukul 20.00 (03.00 GMT pada hari Minggu) di MGM Grand Garden Arena di Las Vegas, Amerika Serikat.

Empat tahun setelah pertarungan terakhirnya dengan kekalahan yang mengecewakan, Manny Pacquiao sempat diragukan apakah masih akan seganas dulu atau justru akan menjadi sansak hidup bagi Barrios.

Apalagi, petinju usia Pacquiao itu sudah 46 tahun dan yanag akan dihadapi adalah Barrios, petinju juara kelas welter WBC. Meski demikian, sejarah nanti yang akan membuktikan kepiawaian Pacquiao di atas ring.

Baca juga :   Minta Junjung Fair Play, Manajer Timnas Berharap Teror Laser Suporter Bahrain Tak Terulang

Dikutip dari Al Jazeera, Pacquiao sendiri menepis kekhawatiran tersebut. Dia memahami risiko kembali naik ring melawan petarung seperti Barrios: Seorang pria yang 16 tahun lebih muda darinya, lebih tinggi 16 cm (6,3 inci), dan pemegang gelar kelas welter WBC dua kali yang sedang berada di puncak kekuatan.

“Saya kembali karena tinju adalah gairah saya,” kata Pacquiao dalam wawancara dengan ESPN. “Itulah yang selalu saya pikirkan, dan saya sangat ingin mencetak sejarah.”

Pacquiao mengaku rencana menghadapi Barrios ini bukan pertarungan sekali jadi, melainkan langkah pertama dalam upayanya untuk kembali bertinju dalam jangka panjang. Pacquiao mengklaim motivasinya untuk bertarung lagi, terutama untuk mempertahankan warisan kompetitifnya, bukan untuk uang.

Baca juga :   Adu Strategi Bakal Tersaji Brasil v Argentina di Final Copa

“Saya khawatir dengan reputasi saya,” kata Pacquiao dalam sebuah wawancara dengan BBC. “Tapi saya memastikan bahwa saya bukan petarung seperti petarung lain yang kembali bertarung, tetapi tidak menunjukkan apa yang mereka lakukan sebelumnya.”

Jika Pacquiao kalah lagi melawan Barrios, kemungkinan akan menjadi paku terakhir di peti mati karier tinju yang superlatif. Jika dia memenangi pertarungan, tentu akan menjadi gelar juara dunia ke-13 bagi yang akan menambah catatan gemilangnya dalam tinju.

Kekhawatiran medis terhadap petinju paruh baya yang kembali naik ring, terutama setelah lama absen, telah muncul, meskipun pemeriksaan medis telah dilakukan terhadap para petinju menjelang pertarungan. ”Anggapan itu memang benar, tapi saya akan ukir sejarah lagi,” pungkas Pacquiao.

Baca juga :   Sapu Bersih Fase Grup, Timnas U17 Indonesia Kalahkan Afganistan 2-0

Sebagai legenda hidup Filipina di ring tinju, Pacquiao telah memenangkan 12 kejuaraan dunia utama. Ia adalah satu-satunya petinju yang memenangkan gelar dunia dalam delapan divisi berat yang berbeda, lebih banyak daripada petinju lainnya dalam sejarah.

Umur panjangnya dalam olahraga ini juga melegenda sebagai satu-satunya petarung yang merebut atau mempertahankan gelar dunia dalam empat dekade berbeda: Tahun 1990-an, 2000-an, 2010-an, dan 2020-an.

Pada bulan Juni lalu, Pacquiao dilantik ke dalam International Boxing Hall of Fame, menjadi petinju Filipina ketiga yang menerima penghargaan tersebut. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *