Usia 92, Paul Biya Nyalon Lagi Pilpres Kamerun untuk Jabatan ke Delapan

  • Bagikan
AMBISI AKUT: Presiden Kamerun, Paul Biya bakal mencalonkan kembali presiden negara setempat yang akan digelar pada Oktober 2025 mendatang. ffoto: AFP)

INDOSatu.co – KAMERUN – Presiden Kamerun yang telah lanjut usia, Paul Biya, mengumumkan di media sosial pada Minggu malam bahwa ia kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan kedelapan. Biya yang berusia 92 tahun telah memerintah Kamerun selama 43 tahun.

Presiden Kamerun Paul Biya mengaku tidak menjadi masalah dengan usianya yang sudah senja. Kesiapannya bersaing dengan capres lainnya dalam pemilihan umum bulan Oktober mendatang. Namun, hingga kini belum ada kandidat yang berani muncul.

Dilansir oleh AFP, jika Biya benar-benar mencalonkan diri, para pengamat politik menilai, hal itu sebagai upaya untuk memperpanjang kekuasaannya yang hampir 43 tahun. Padahal, idealnya, usia setua itu, banyak pihak menyarankan Biya agar memilih istirahat.

Baca juga :   Sikapi Islamophobia, Putin: Hina Nabi Bukan Kebebasan Beragama

Biya sendiri mengunggah kesiapan pengumuman pencalonannya tersebut di jejaring X dalam bahasa Prancis dan Inggris.

“Saya adalah kandidat untuk pemilihan presiden 12 Oktober 2025. Yakinlah bahwa tekad saya untuk melayani Anda sepadan dengan tantangan berat yang kita hadapi,” tulisnya.

“Bersama-sama, tak ada tantangan yang tak bisa kita hadapi. Yang terbaik masih akan datang.” sambung Biya.

Baca juga :   Ciptakan Pertikaian dan Manipulasi Saksi, Mantan Presiden Dihukum 12 Tahun

Biya sudah menjadi kandidat de facto Gerakan Demokratik Rakyat Kamerun (CPDM), di mana ia merupakan pemimpin partai.

Beberapa pendukung lama Biya tampaknya menjauhkan diri darinya dalam beberapa bulan terakhir, dan telah terjadi dua pembelotan besar dari kubu Biya dalam beberapa minggu terakhir.

Namun pihak oposisi terpecah belah dan kesulitan untuk bersatu di belakang satu kandidat. Sayangnya, hingga kini belum ada kandidat yang berani muncul ke permukaan.

LAMA MENJABAT: Presiden Paul Biya dilukis para pendukungnya untuk mengenalkan presiden pujaannya ke publik.

Berdasarkan penelusuran INDOSatu.co di jejaring media sosial, Presiden Biya telah menjabat selama lebih dari 40 tahun, dan pada tahun 2008 ia menghapus batasan masa jabatan, sehingga ia dapat mencalonkan diri tanpa batas waktu.

Baca juga :   Bertemu, Turki Desak Taliban Ciptakan Inklusif dalam Pemerintahan

Pasukan keamanan negaranya telah dituduh mengeksekusi para demonstran dan menggunakan cara-cara kekerasan dan penindasan lainnya untuk mencegah oposisi politik.

Sebuah laporan dari Africa Review tahun 2015 menemukan bahwa gaji Biya hampir 229 kali lipat lebih besar daripada gaji rata-rata di negaranya. Tak heran jika selama puluhan tahun menjabat, tak ada lawan berat untuk menyaingi dirinya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *