INDOSatu.co – LAMONGAN – Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Bidang Pangan, Ir. Sugeng Santoso, mendorong percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Permintaan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lamongan di Guest House Lamongan, Rabu (20/8).
Sugeng menegaskan, pemerintah menargetkan sekitar 15 ribu KDMP segera beroperasi pada tahap kedua. Harapannya, agar keberadaan KDMP itu manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
“Bulan Agustus ini diharapkan sekitar lima belas ribu tadi, Lamongan kebagian sekian (474 KDMP). Nanti dilihat progresnya seperti apa,” ujarnya.
Guna mempercepat operasional koperasi, Pemerintah Pusat akan segera menggelar rapat koordinasi guna membentuk satgas di tingkat kabupaten/kota. Selain itu,
Dalam kunjungannya di Lamongan, Sugeng juga meninjau langsung KDMP di Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, yang telah beroperasi dengan usaha bidang pertanian. Sugeng mengapresiasi langkah awal tersebut sebagai bentuk nyata implementasi koperasi desa di tingkat lokal.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, koperasi merah putih di Kabupaten Lamongan siap beroperasi 100 persen, dan tinggal menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.
“Khusus untuk koperasi desa merah putih, alhamdulillah kita sudah siap 100 persen, tapi masih ada beberapa yang baru, yang sudah operasional masih beberapa,” kata Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur.
Di Lamongan, kata pak Yes, sebagian besar koperasinya masih baru, sehingga masih saling menunggu juknis dari pemerintah pusat. Karena itu, ada beberapa kekurangan kecil bisa diperbaiki sambil jalan.
”Semua masih menunggu, tinggal beberapa catatan saja,” ujar Pak Yes sapaan akrab Bupati Lamongan.
Pemkab Lamongan, kata Pak Yes, menyambut baik program pemerintah pusat. Terutama, yang terkait adanya keselarasan antara program daerah dengan agenda nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Etik Sulistiani, mengungkapkan bahwa operasional KDMP di Lamongan sudah sangat siap. Meski demikian, ada beberapa tantangan yang harus dicari solusinya. Antara lain keterbatasan modal, minimnya tenaga pendamping, hingga belum adanya juknis kerja sama usaha.
”Meski begitu, sejumlah KDMP di Lamongan telah mulai berjalan, seperti toko pertanian, toko olahraga, hingga jasa sewa alat pertanian,” tegas Etik Sulistiani. (*)





