Eliminasi Kasus TBC, Kadinkes Chaidir Anas: Lamongan Perkuat Skrining

  • Bagikan
SIAP BERPERAN AKTIF: Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Anis Kartika Yuhronur menyampaikan sambutan dalam seminar kesehatan di Aula Gadjah Mada Pemkab Lt. 7, Selasa (26/8).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat skrining untuk mengeliminasi kasus Tuberkolosis (TBC). Komitmen tersebut merupakan bentuk realisasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengeleminasi kasus TBC di tahun 2030.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Chaidir Anas pada seminar kesehatan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI, di Aula Gadjah Mada Pemkab Lt. 7, Selasa (26/8).

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti tulang, otak, atau ginjal.

Baca juga :   Satu Abad PKO Moehammadijah, Diberitakan Koran Belanda, Menolong Siapapun Tanpa Berpikir Untung-Rugi

“Strategi yang kita pakai adalah penguatan-penguatan di dalam penemuan kasus dengan melibatkan stakeholder terkait, semuanya yang kita hadirkan dalam Seminar Kesehatan hari ini,” tuturnya.

Selanjutnya Chaidir Anas menjelaskan bahwa penguatan skrining akan melibatkan seluruh sektor. Mulai Posyandu/Puskesmas, Pemerintah Desa, Organisasi Profesi Kesehatan (OPK), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), hingga Tim Penggerak PKK.

Selain penguatan SDM, penguatan sistem pelayanan dan penanganan mulai dari sektor terbawah juga dilakukan.

Baca juga :   Pertahankan Predikat sebagai Kabupaten Sehat, Lamongan Jadi Rujukan Daerah Lain

Sedangkan pada cakupan potensi penyebaran kasus TBC, tidak ada wilayah khusus semua berpotensi terjangkit TBC. Sehingga skrining akan dilakukan menyeluruh.

Berdasarkan analisa Dinkes Kabupaten Lamongan, selama 2025 temuan kasus TBC tercatat 1.996 dari estimasi 4.191 kasus. Sebanyak 1.941 diantarnya telah mendapat penanganan dan tahap pengobatan.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Anis Kartika Yuhronur. Anis menyebut, pihaknya siap menyukseskan misi tersebut. Salah satunya dengan langkah proaktif melakukan pemantauan masyarakat melalui Tim Penggerak PKK Desa.

Baca juga :   Sehari Ratusan Terpapar, Pandeglang Siaga Covid-19

Anis mengatakan, Posyandu saat ini sudah bermutasi dan terdapat 6 pilar standar pelayanan. Sebelumnya, Posyandu itu mencakup kesehatan ibu dan anak saja, tetapi sekarang sudah berubah menjadi bidang kesehatan masyarakat dan menjadi ranahnya Posyandu.

”Di desa kita punya kader. Harapannya kader-kader itu yang akan membantu untuk mencari kasus yang ada di desa, dan dilaporkan bertingkat sampai tingkatan Kabupaten,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *