Lamongan Sukses Turunkan Stunting, Bantuan Program Genting Disalurkan

  • Bagikan
KERJA NYATA: Ketua Tim Pengendali Genting (TPG) Anis Kartika Yuhronur (dua dari kiri) saat penyerahan bantuan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap satu ke penerima manfaat di Pendopo Lokatantra, Selasa (9/9).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemkab Lamongan tak kenal lelah meminimalisasi stunting di wilayahnya. Berbagai upaya dilakukan agar Kota Soto terbebas dari penyakit yang menghantui pertumbuhan bayi tersebut. Terbukti, upaya Lamongan tersebut menuai hasil yang luar biasa.

Guna merealisasikan misi tersebut, Pemkab Lamongan mencairkan bantuan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap satu ke penerima manfaat di Pendopo Lokatantra, Selasa (9/9).

Program Genting sendiri merupakan salah satu quick win Kemendukbangga/BKKBN, yang bertujuan percepatan pembangunan keluarga sejahtera. Realisasinya dikemas melalui gotong-royong masyarakat dengan cara menjadi orang tua asuh yang memberikan bantuan pemenuhan gizi dan nutrisi, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca juga :   Dibangun secara Kolaboratif, Bupati Lamongan Minta Kagama Harus sesuai Target

Ketua Tim Pengendali Genting (TPG) Anis Kartika Yuhronur mengatakan, program ini memiliki relevansi dengan program percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Lamongan, yakni 1-10-100. Sehingga, dalam merealisasikan program Genting, hampir sama metodenya dengan 1-10-100, namun tetap akan dilakukan pembenahan agar lebih maksimal.

“Dua tahun lalu Pemkab Lamongan sudah merealisasikan program percepatan penurunan stunting 1-10-100. Sistem realisasinya mirip dengan program Genting. Program ini memiliki dampak nyata untuk penurunan angka dan resiko stunting, karena bantuannya langsung ditujukan untuk masyarakat yang terdaftar sebagai Baduta resiko stunting dan Ibu Hamil dengan Kondisi Kurang Energi Kronis (KEK),” tutur Anis.

 

Baca juga :   Diboikot Anggota DPRD, Rapat Paripurna dengan Tiga Agenda, Batal Digelar

Bantuan terdiri dari dua macam, yakni bantuan nutrisi (makanan) dan non nutrisi (lingkungan sehat dan layak huni). Juga bantuan pendukung berupa edukasi kepada masyarakat.

Pada Baduta dengan resiko stunting akan menerima 1 (satu) paket bantuan dengan sekali makan per hari senilai Rp 7 ribu (selama 90 hari) dan tambahan pemberian beras jenis Provit sebanyak 3 Kg per anak. Sedangkan pada ibu hamil KEK akan menerima bantuan berupa susu hamil 10 box dalam tiga bulan.

“Seluruh bantuan diberikan secara bertahap, agar tidak ada penyalahgunaan bantuan yang diberikan,” kata Anis.

Selanjutnya, Anis menjelaskan terkait pelaporan hasil setelah menerima bantuan, yang dilaksanakan dua minggu sekali melalui posyandu. Hal ini dilakukan agar bisa menilai apakah ada progres dari bantuan yang diberikan.

Baca juga :   Jawab Tantangan Merdeka Belajar, Bupati Lamongan: Nanti akan Indah Pada Waktunya

Disampaikan Anis, terhitung hari ini, Selasa (9/9), di Lamongan ada 192 penerima manfaat program Genting. Lalu untuk anggaran yang terkumpul adalah 135 juta untuk tahap satu (September).

Diakhir paparannya, Anis menyampaikan harapan agar program Genting bisa terlaksana dan memberikan dampak signifikan untuk masyarakat. Di Kabupaten Lamongan sendiri angka stunting mengalami penurunan dari 27,5 di tahun 2022 menjadi 6,9 di tahun 2024.

”Alhamdulillah, kerja yang sudah kita lakukan membuahkan hasil yang luar biasa. Tetapi kita tidak akan berpuas diri dengan capaian tersebut,” kata Anis. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *