Tidak Lelah Memburu Ijazah Palsu

  • Bagikan
BICARA RAHASIA: Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Joko Widodo (kiri) di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara.

MENGEJAR ijazah asli Jokowi tentu melelahkan karena dipastikan tidak akan dapat. Jokowi tidak memiliki ijazah asli. Akan tetapi berburu ijazah palsu cepat atau lambat akan dapat. Jokowi sudah hampir menyerah dan lelah dalam menyimpan ijazah palsunya. UGM dan Kepolisian juga belepotan ikut sibuk menyembunyikan barang haram tersebut.

Setelah berkali-kali sukses memaksa Prabowo datang menghadap Jokowi di Solo, maka pada hari Sabtu 4 Oktober 2025 Jokowi lah yang terpaksa datang ke Kertanegara menghadap Prabowo. Konstelasi politik berubah, Jokowi mulai goyah dan ia tidak mampu berjalan dengan gagah. Sakit didera berbagai masalah. Kini ia butuh bantuan Prabowo.

Pertemuan Kertanegara bersifat rahasia dan mendadak. Berlangsung 2 Jam sambil makan siang tanpa publikasi dari juru bicara istana atau lainnya. Wajar diinterpretasi ada masalah berat. Hantaman pada Jokowi dan keluarga memang datang bertubi-tubi. Dari urusan ijazah palsu, korupsi, Bobby Nasution, hingga Gibran yang tidak aman.

Baca juga :   Seri Analisis Pilpres 2024: Prabowo Terhimpit di antara Anies dan Ganjar (Bagian-1)

Yang terberat tentu skandal ijazah palsu. Hal ini karena bukan saja menimpa dirinya tetapi sudah menyasar kepada Gibran sang putera mahkota. Kejumawaan sebagai alumnus UGM ataupun MDIS Singapura dan UTS Australia nyaris ambruk. Ketidakpercayaan meluas.

Jokowi yang telah merasa di atas angin baik di Bareskrim Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya mulai merasakan angin berbalik arah. Penghentian penyelidikan Bareskrim kasus ijazah palsu Jokowi dapat dilanjutkan atau dibuka kembali dengan temuan baru. Jika lanjut maka potensi meningkatkan status kepada penyidikan menjadi lebih besar.

Baca juga :   Prabowo-Ganjar dalam Penggembalaan Politik Kekuasaan Jokowi, Pemilu Berpotensi Curang

Demikian juga proses hukum Polda Metro Jaya yang berjalan tidak pasti. Ijazah Jokowi baik SMA maupun S1 telah disita, akan tapi Polda belum berani mengumumkan statusnya. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa memang hasil pemeriksaan laboratoriun forensik, justru membuktikan bahwa ijazah Jokowi itu palsu.

Pemburu ijazah palsu Jokowi bertambah semangat. Arah temuan terus menuju pembuktian. So tidak akan lelah, apalagi kebenaran itu berbasis pada nilai Ketuhanan. Sebaliknya, Jokowi dan pendukung kepalsuan mencapai titik nadir pembelaan.  Mulai meracau kelelahan. Urusan BH dan CD wanita dibawa-bawa, entah asli atau yang palsu. Maklum orang-orang sutress.

Baca juga :   Makan Siang di Istana: Anies Head To Head dengan Jokowi

12 Terlapor di Polda Metro bersama Tim Kuasa Hukum dan para pejuang lain bertekad untuk terus membongkar kebohohangan dan penipuan Jokowi, memaksimalkan perjuangan, rela berkorban, dan siap menjadi martir demi tegaknya keadilan dan kebenaran.
Berkhidmah pada kepentingan rakyat dalam melawan penyimpangan politik, hukum, ekonomi, agama, dan lainnya.

Kemenangan semakin dekat, kereta sudah berjalan dan tidak mungkin dihentikan. Siapa ikut ayo naik, tidak ikut jangan menghalangi, jika tetap menghalangi tabrak saja. Kereta sudah dan akan terus berjalan. Bergerak menuju stasiun keberhasilan. Stasiun pengadilan Jokowi dan pemakzulan Gibran. (*)

M. Rizal Fadillah;
Penulis adalah Pemerhati Politik dan Kebangsaan, tinggal di Bandung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *