Dimintai Data Mark up Kereta Cepat Whoosh, Mahfud: KPK Aneh

  • Bagikan
MINTA LANGSUNG SELIDIKI: Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyikapi permintaan Ketua KPK Setyo Budianto dalam kasus dugaan mark up Kereta Cepat Whoosh yang sangat besar.

INDOSatu.co – JAKARTA – Permintaan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto agar memberi data lengkap soal dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh ke KPK direspons Mahfud MD. Mantan Menko Polhukam itu justru menganggap KPK aneh.

“Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor tentang dugaan mark-up Whoosh. Di dalam hukum pidana, jika ada informasi tentang dugaan peristiwa pidana, mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan. Bisa juga memanggil sumber info untuk dimintai keterangan,” tulis Mahfud lewat akun X dikutip INDOSatu,co, Ahad (19/20).

Menurut Mahfud, laporan hanya diperlukan jika ada peristiwa yang tidak diketahui oleh aparat penegak hukum sehingga perlu ada yang melaporkan. Misalnya, jelas Mahfud, ada penemuan mayat. “Tapi kalau ada berita ada pembunuhan, maka APH hrs langsung bertindak menyelidiki tak perlu menunggu laporan.”

Baca juga :   Unggah di IG, Band Sukatani Blak-blakan Dapat Tekanan dari Polisi

Mahfud menjelaskan, dalam kaitan dengan permintaan agar ia membuat laporan, itu merupakan kekeliruan yang kedua dari KPK. “Yang berbicara soal kemelut Whoosh itu sumber awalnya bukan saya. Seperti saya sebut di Podcast TERUS TERANG yang awalnya menyiarkan itu adalah NusantaraTV dalam rubrik “Prime Dialog” edisi 13 Oktober 2025 dengan narasumber Agus Pambagyo dan Anthony Budiawan.”

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan, semua yang ia sampaikan sumbernya berasal dari NusantaraTV, Anthony Budiawan dan Agus Pambagyo yang disiarkan secara sah dan terbuka. “Saya percaya kepada ketiganya, maka saya bahas secara terbuka di Podcast TERUS TERANG.”

Baca juga :   Segera Mundur dari Kabinet, Mahfud Ngaku Sudah Tiga Bulan Tidak Gunakan Fasilitas Negara

Karena itu, akademisi asal Madura, Jawa Timur itu berharap, jika memang berminat menyelidiki Whoosh, KPK tidak usah menunggu laporan darinya. “Panggil saja saya dan saya akan tunjukkan siaran dari Nusantara TV tersebut. Setelah itu panggil NusantaraTV, Anthony Budiawan dan Agus Pambagyo untuk menjelaskan. Bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan.”

“Tapi aneh jika lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sudah menyiarkan masalah tersebut. sebelum saya membahas di Podcast TERUS TERANG. Terlebih hal itu sudah saya sebutkan juga. Coba lihat lagi.”Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto berharap mantan menko polhukam Mahduf MD memiliki data lengkap tentang pernyataannya soal dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Kabar dugaan mark up itu menurut Setyo mesti ditopang dengan data memadai.

Baca juga :   Menko Polhukam: Kedudukan MUI Kokoh, Tak Mudah Dibubarkan

“Kalau pak Mahfud menyampaikan seperti itu mudah-mudahan ada informasi, ada data dan dokumen yang bisa mendukung kejelasan dari yang disampaikan,” kata Setyo kepada wartawan, Sabtu (18/10).

Setyo mengaku sampai sekarang belum memperoleh informasi serupa soal dugaan mark up proyek Whoosh. Namun, Setyo menunggu Mahfud menyerahkan informasi itu secara langsung.

Setiap informasi bakal dikaji, sehingga Setyo tak memberi sinyal soal jemput bola atas informasi Mahfud. “Biar ditelaah dulu di level kedeputian apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut,” ujar Setyo. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *