Bupati Lamongan Dukung Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik

  • Bagikan
MITRA STRATEGIS: Bupati Lamongan Yuhronur (kanan) saat bersilaturrahim ke Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq di kantor Kementerian LH, di Jakarta Pusat.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Ditunjuk sebagai daerah yang masuk dalam rekomendasi proyek pembangunan pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Surabaya Raya pada 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung penuh proyek pembangunan kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dalam hal pengelolaan sampah.

Terlebih, melalui program PSEL Surabaya Raya, tidak hanya dapat mengelola persoalan sampah semata, tetapi menjadi bagian dari rekomendasi strategis yang mampu menghadirkan solusi penciptaan energi terbarukan yang relatif lebih ramah terhadap lingkungan.

PSEL tersebut, selain mampu mengurangi volume sampah dari TPA, mengurangi emisi gas rumah kaca dari sampah organik yang membusuk, dan mengurangi ketergantungan pada fosil, program tersebut juga tetap memerlukan teknologi canggih untuk mengontrol emisi pembakaran dan mengelola residu abu yang berpotensi berbahaya.

Baca juga :   Kisah Farrel, Mahasiswa Penyandang Tuna Netra UGM Lulus Cumlaude dengan IPK 3,74

Pembangunan PSEL Surabaya Raya yang akan berpusat di Kecamatan Benowo Surabaya saat beroperasi nanti akan menerapkan sistem kontribusi daerah yang telah ditetapkan. Masing-masing akan mengirim jumlah sampah yang telah ditetapkan oleh induk PSEL.

Kabupaten Lamongan sendiri ditetapkan akan mengirimkan 100 ton sampah per hari ke PSEL Surabaya Raya, yang merupakan sampah dari timbunan sampah dan sampah di TPA secara kontuinitas. Selain itu, pemerintah daerah yang masuk rekomendasi Surabaya Raya diminta untuk menyediakan sarana prasarana pengumpulan dan pengangkutan sampah.

Baca juga :   Konflik Palestina-Israel Kembali Memanas, Aleg PKS Tekankan Solusi Damai Dua Negara

“Kabupaten Lamongan masuk pada rekomendasi daerah yang akan berkontribusi pada PSEL Surabaya Raya 2026 mendatang. Saat beroperasi nanti, daerah yang telah ditetapkan akan mengirim sampab secara kontinuitas sebanyak 100 ton per hari ke PSEL Surabaya Raya,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi usai melaksanakan rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Koordinator Pangan terkait pengelolaan sampah, Rabu (17/12) di Jakarta.

Baca juga :   Perlu Antisipasi Gejolak Amandemen, Usep: Jangan Seperti Guinea

Selanjutnya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, mengatakan bahwa, hasil energi terbarukan oleh PSEL Surabaya Raya akan dibeli oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Diakhir penjelasannya, orang nomor satu di Kota Soto itu memaparkan, saat ini produksi sampah di Lamongan mencapai 550 ton per hari. Sedangkan pengelolaannya melalui TPA Tambakrigadung yang menyerap sampah 160 ton per hari.

Selain itu, juga terdapat 24 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang mampu menyerap sampah 40 ton per hari. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *