INDOSatu.co – LAMONGAN – Statemen menarik dari datang dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, MSi terkait status penanganan bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kata Haedar, ketika mendengar terjadi bencana, Muhammadiyah langsung mengonsulidasikan jajaran untuk membantu para korban.
Pernyataan tersebut disampaikan Haedar dalam Milad Akbar ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Sabtu (20/12). Ribuan warga Muhammadiyah memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian acara puncak milad.
Haedar dihadirkan untuk memberi ceramah dalam tausiah kebangsaan. Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu menyoroti situasi kebencanaan yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Sumatera dan Aceh.
Haedar menegaskan, Muhammadiyah senantiasa berada di garis depan setiap kali terjadi bencana nasional. Melalui sinergi berbagai unsur persyarikatan seperti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), LazisMu, Aisyiyah, serta jaringan relawan Muhammadiyah, gerakan kemanusiaan terus digerakkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
Haedar juga mengungkapkan, pada 15 Desember yang lalu, dirinya terbang langsung ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam rangka mengonsolidasikan kesiapsiagaan Muhammadiyah dalam penanganan bencana. Pada saat yang sama, gerakan penghimpunan dana kemanusiaan juga terus mengalir melalui seluruh struktur persyarikatan.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus menumbuhkan solidaritas dan kepedulian sosial. Ia menambahkan, program penanganan bencana Muhammadiyah tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata, tetapi berlanjut pada tahapan penanggulangan darurat bencana, rehabilitasi, hingga rekonstruksi. Langkah ini menjadi ikhtiar Muhammadiyah dalam mewujudkan pemulihan yang menyeluruh dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Milad Akbar ke-113 Muhammadiyah di Lamongan ini menjadi momentum penguatan spirit persyarikatan sebagai gerakan Islam berkemajuan yang senantiasa hadir untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. (*)




