INDOSatu.co – JAKARTA – Pakar ilmu politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengaku sudah memprediksi Gerakan Rakyat yang dulu hanya ormas kini menjadi partai politik. Bahkan, Ujang sudah memprediksi dari jauh-jauh hari.
“Mirip-mirip dengan dulu seperti NasDem, deklarasi sebagai ormas dulu kemudian jadi partai politik. Ya, ini kira-kira seperti itulah. Jadi, bukan sesuatu yang aneh, bukan sesuatu yang heran karena memang sudah ada contoh-contohnya,” kata Ujang kepada wartawan, Rabu (21/1).
Dalam deklarasinya pada Ahad, 18 Januari 2026 kemarin, partai politik yang dinakhodai oleh Sahrin Hamid itu juga telah mendeklarasikan dan mendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden di 2029 nanti.
Menurut Ujang, adalah sebuah keharusan bagi sebuah partai politik untuk memiliki figur. Sebab, jika tidak demikian, maka popularitas organisasi politik tidak akan bisa naik di mata publik.
“Partai itu harus ada figurnya, partai itu harus ada tokohnya, partai itu harus ada orang yang bisa dijadikan katakanlah tokoh untuk alat perjuangan, tokoh yang bisa dijadikan untuk merekrut massa, tokoh yang dijadikan untuk agar publik mudah mengidentifikasi dan mengenal partai itu,” jelasnya.
“Jadi, kalau Anies jadi tokoh sentralnya, saya hitung tidak aneh, tidak heran, sebagai bagian untuk tadi memudahkan sosialisasi, lalu juga untuk tadi mempromosikan Anies kepada publik yang kira-kira Anies tadi ingin menjadi salah satu capres nanti di 2029,” tambahnya.
Menurut Ujang, pekerjaan berat bagi partai politik saat ini adalah tawaran apa yang akan diberikan kepada publik. Menurutnya, tawaran itu jelas harus berbeda dengan partai politik lainnya.
“Harus ada kekhasan dan harus ada diferensiasi. Jadi Partai Gerakan Rakyat itu menawarkan apa? Atau hanya menawarkan janji-janji kosong, atau menawarkan apa? Visi-misi program apa yang khas, yang spesifik gitu yang dibutuhkan oleh publik,” katanya.
“Itu menjadi penting seperti itu. Jadi kekhasan, spesifikasi, maupun diferensiasi dalam hal perjuangan maupun program dengan partai-partai lain itu menjadi penting,” ujarnya. (*)




