Anggap Wajar Dukungan Prabowo Dua Periode, NasDem Tak Sebut Wapres

  • Bagikan
TERUS MENGALIR: Presiden Prabowo Subianto terus mendapat dukungan dukungan parpol di parlemen jika pada Pilpres 2029 mencalonkan kembali menjadi capres.

INDOSatu.co – JAKARTA – Meski Pilpres 2029 masih lama, dukungan dua periode dari parpol untuk Presiden Prabowo Subianto terus mengalir. Setelah Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, PKB, dukungan serupa juga datang dari Partai NasDem. NasDem siap mendukung Prabowo jadi capres, tetapi belum menyebut cawapresnya.

Dukungan NasDem tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa. Saan memberi dukungan terkait wacana Presiden Prabowo Subianto menjabat selama dua periode. Menurut dia, adalah hal yang wajar apabila Prabowo ingin bertarung lagi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

“Ya, kalau ada wacana tentang Pak Prabowo dua periode, saya anggap wajar saja ya,” kata Saan saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Baca juga :   Beras Makin Langka dan Harga Meroket, Johan: Tata Kelola Negara yang Buruk

Saan menganggap normal munculnya wacana tersebut, lantaran hasil survei terakhir menunjukkan kepuasan publik terhadap pemerinthan Prabowo mencapai 79,9 persen. Karena itu, tidak heran jika dukungan maju dua periode mengemuka di publik bagi Prabowo.

“Karena memang kalau kita lihat hasil survei terbaru terkait dengan tingkat kepuasan publik terhadap Pak Prabowo itu kan mencapai 80 peren. 79,9 itu kan 80 persen tingkat kepuasannya. Dan tingkat kepuasan itu sangat tinggi. Jadi, menurut saya wajar lah kalau misalnya ada wacana yang mengusulkan dua periode,” kata Saan.

Disinggung soal bagaimana sikap resmi NasDem, Saan tak menjawab dengan gamblang. Sebagai partai koalisi, ia menegaskan, NasDem fokus menyukseskan program prioritas Prabowo pada periode 2024-2029.

Baca juga :   Jangan Campuri Rumah Tangga DPD, LaNyalla: Tugas MPR Itu Hanya Melantik

“NasDem akan bicarakan di internal ya. Dan NasDem fokus, kan Nasdem bagian dari koalisi pemerintahan Pak Prabowo juga. Dan NasDem tentu punya kepentingan bertanggung jawab agar periode Pak Prabowo ini bisa berjalan dengan sukses, berhasil dan semua agenda-agenda prioritas, kebijakan-kebijakan prioritas Pak Prabowo itu bisa terealisasi dengan baik,” ucap Saan.

“Dan NasDem ada dalam posisi mendukung sepenuhnya pemerintahan Pak Prabowo sampai nanti di akhir masa periodenya. Nanti soal lainnya nanti kita ikuti dan sebagainya. Tapi NasDem fokus dalam bertanggung jawab untuk menyukseskan Pak Prabowo,” beber Saan.

Baca juga :   RUU KUHP Disahkan, DPR Belum Satu Suara, F-PKS: Ini Bukan Negara Monarki

Saat ditanya apakah Prabowo sebaiknya kembali “sepaket” dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ia hanya menanggapi singkat. “Ah, nanti, masih ini….”

Di sisi lain ketika ditanya terkait terkait usulan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dipasangkan dengan Prabowo, ia menyebut, itu menjadi kewenangan internal partai masing-masing. “Itu kan urusan internal partai ya. Jadi kalau partai usulin itu kan wajar aja, biasa aja,” ujar Saan.

Meskipun begitu, Saan menegaskan, posisi cawapres nantinya keputusan berada di tangan Prabowo. “Tapi kan tergantung juga nanti kepada Pak Prabowo sendiri ya. Jadi, itu urusan internal masing-masing dan kita hormati saja. Kita hormati dan kita hargai,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *