Ancamannya Tak Digubris Iran; Donald Trump Stres Berat, Bicara Kasar

  • Bagikan
MENTAL AS RUNTUH: Foto yang diberikan oleh Korps Garda Revolusi Iran ini dilaporkan menunjukkan puing-puing pesawat yang jatuh ditembak Angkatan Udara di Iran tengah. (Foto: AFP)

INDOSatu.co – TEHERAN – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai hilang kendali diri. Bisa dibilang saat ini Trump sedang stres berat karena merasa dipermainkan oleh Iran. Setiap hari bawaannya ancaman terus menerus. Padahal, Iran, yang diancam tidak menggubris, malahan terus melakukan serangan ke Israel dan aset Amerika Serikat di negara Timur Tengah.

Bahkan, dalam unggahan lanjutan terkini di Truth Social, Trump menggunakan bahasa kasar yang menyerukan Iran agar mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz. Jika tidak, Trump mengancam akan menyerang lebih lanjut infrastruktur energi dan transportasi Iran.

Padahal, selama ini, negara manapun bebas melawati selat Hormuz, meski dengan pengawasan ketat. Yang tidak diperbolehkan melintas adalah negara-negara yang memusuhi rakyat Iran, terutama AS-Israel yang menyerang Iran pada 28 Februari 2026 lalu dan telah membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei.

Baca juga :   Perketat Pengendalian COVID-19, Makan Bersama Hanya Boleh 2 Orang di Singapura

Dilansir The Guardian, dalam Truth Social-nya, Trump berkata: ”Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka Selat (Hormuz) itu, dasar bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka – Lihat saja! Segala puji bagi Allah. Presiden Donald J. Trump

Donald Trump pantas stres, karena pada saat bersamaan, Trump telah memposting pesan baru di platform Truth Social miliknya tentang upaya penyelamatan pilot AS kedua yang ditembak jatuh Angkatan Udara Iran.

Trump bingung karena bisa jadi sebagian kru yang hilang itu sedang diamankan oleh tentara Iran. Iran sendiri terkonfirmasi bertanggungjawab atas penembakan dua jet F-15 yang menjadi andalan Amerika.

Baca juga :   Kali Pertama Bisa Ekspor Bahan Makanan untuk Jamaah Haji, Yandri Beri Apresiasi

Trump sendiri juga mengklaim bahwa militer AS telah menyelamatkan beberapa kru jet F-15 dalam konferensi pers dengan militer di Ruang Oval. ”Kami telah menyelamatkan anggota kru/perwira F-15 yang terluka parah dan sangat pemberani, dari pedalaman pegunungan Iran. Militer Iran melakukan pencarian besar-besaran dan semakin mendekat.

Jenis penggerebekan ini jarang dilakukan karena bahayanya bagi ‘manusia dan peralatan’. Itu tidak pernah terjadi! Penggerebekan kedua terjadi setelah yang pertama, di mana kami menyelamatkan pilot di siang bolong, juga tidak biasa, menghabiskan tujuh jam di atas Iran.

“Pertunjukan keberanian dan bakat yang luar biasa dari semuanya! Saya akan mengadakan Konferensi Pers, bersama Militer, di Ruang Oval, pada hari Senin, pukul 13.00. Tuhan memberkati para pejuang militer kita yang hebat!.” Presiden Donald J. Trump.

Baca juga :   Pawai Istanbul Pride, Polisi Turki Tangkap 50 Pegiat LGBTQ+

Sementara itu, Kuwait Petroleum Corporation mengonfirmasi bahwa sejumlah fasilitasnya menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak Iran pada hari Minggu, yang mengakibatkan kebakaran dan “kerugian material yang signifikan”.

Disebutkan bahwa fasilitas di Kuwait National Petroleum Company dan Petrochemical Industries Company menjadi sasaran. Tidak ada laporan mengenai korban luka dan tim khusus sedang berupaya memadamkan kebakaran hebat, sebagaimana diposting di jejering X (Twitter).

Media pemerintah Kuwait juga melaporkan bahwa dua pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air mengalami “kerusakan material yang signifikan” setelah diserang oleh drone Iran. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *