INDOSatu.co – JAKARTA – Safari kampus yang dilakukan Tokoh Perubahan Anies Baswedan direspon positif oleh Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. Ia menilai hal ini bisa membangkitkan pemahaman masyarakat terhadap kondisi negara.
Efriza mengatakan, agenda yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berkeliling kampus untuk berpidato politik selaras dengan perjuangannya saat ini.
“Anies berbicara segmen demokrasi dan politik memang baik dan tentu saja bagus, karena pengalaman dia sebagai akademisi,” ucap Efriza kepada wartawan Kamis (10/4).
Posisi Anies yang berada di luar pemerintah juga dinilai sangat menguntungkan. Sosok Anies bisa dipandang sebagai salah satu tokoh independent yang tidak terafiliasi oleh kepentingan pemerintah.
Sehingga, segala pidato politik yang keluar dari Anies adalah bentuk pemahaman kepada publik untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.
“Apalagi dengan posisi dia di luar pemerintahan akan memudahkannya berbicara apa yang terjadi dan apa yang semestinya dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.
“Segmen pemilih berpendidikan tinggi akan bisa menerima materi yang dibahas oleh Anies dalam konteks komunikasi politik tingkat tinggi,” papar Efriza.
Meski demikian, Anies tetap harus memperhatikan gaya komunikasi yang lebih populis. Menurut Efriza, pemilih Anies saat Pilpres 2024 kemarin mayoritas berasal dari kalangan berpendidikan tinggi.
Dengan mengubah gaya komunikasi, Anies bisa menarik simpatik dari masyarakat akar rumput. Hal ini dinilai sangat menguntungkan untuk kembali berpentas di Pilpres 2029 mendatang.
“Hanya saja, Anies harus bisa berbicara tentang persatuan dan kesatuan di masyarakat, dan bahasa komunikasi politiknya harus dapat berkonteks rendah agar bisa menjangkau seluruh elemen lapisan masyarakat tidak hanya pemilih berkategori pendidikan tinggi,” tutur Efriza. (*)



