INDOSatu.co – WASHINGTON – Meski beberapa hari sebelumnya melunak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa ‘pasukan besar’ kapal perang AS sedang menuju Iran. Pernyataan Trump tersebut semakin mempertegas hubungan Iran dan AS benar-benar memanas.
Dilansir dari Al Jazeera, dalam beberapa belakang ini, Amerika Serikat memang terus memberikan tekanan dan ancaman terhadap Iran, Beberapa maskapai penerbangan Eropa kemudian mengumumkan penangguhan rute Timur Tengah mereka.
Air France misalnya, juga melakukan penangguhan penerbangan yang sama. Tetapi, pada siang harinya, perusahaan tersebut mengumumkan akan melanjutkan layanannya ke Dubai.

Setelah ketegangan mereda untuk sementara waktu, hubungan antara Amerika Serikat dan Iran memang tetap tegang, dengan prospek potensi serangan AS yang sangat mengkhawatirkan.
Pentagon mengumumkan pada 15 Januari bahwa mereka akan memindahkan gugus tempur kapal induk—yang terdiri dari jet tempur, kapal perusak rudal, dan setidaknya satu kapal selam serang—dari Laut Cina Selatan menuju Timur Tengah. Pasukan tersebut diperkirakan akan tiba dalam waktu sekitar satu minggu.
Sementara itu, sumber pejabat Iran mengaku bahwa negara dan pasukan Iran terus siaga menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Iran akan menganggap setiap serangan sebagai perang habis-habisan melawan Iran.
”Iran akan melawan dengan sangat serius,” kata seorang pejabat senior Iran pada hari Jumat, menjelang kedatangan kelompok serang kapal induk militer AS dan aset lainnya di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Siaga militer Iran itu tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata, –tetapi militer Iran hanya siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran.
”Kita mengamati secara waspada,” kata pejabat senior Iran tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
”Republik Islam tersebut memperingatkan bahwa setiap serangan terhadapnya akan dianggap sebagai perang total,” kata pejabat serior tersebut. (*)




