INDOSatu.co – BOJONEGORO – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud Ristek) berencana mengubah lama pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang biasanya ditempuh selama tiga tahun kini menjadi empat tahun.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan, perubahan itu merupakan bagian dari inovasi. Menurut dia, dengan perubahan masa studi empat tahun tersebut, dapat membuat siswa memiliki cukup waktu untuk mendapatkan bekal sebelum terjun ke dunia usaha dan dunia industri.
Menyikapi pelaksanaan program tersebut, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, Agung Prijono mengatakan, ada beberapa jurusan di SMK yang menerapkan masa studi selama 4 tahun, yaitu jurusan geologi pertambangan, kehutanan, teknik industri dan teknik kimia, di seluruh Indonesia menerapkan program pendidikan 4 tahun.
Di Kabupaten Bojonegoro sendiri, kata Agung, terdapat 4 SMK Negeri yang mulai menerapkan sekolah selama 4 tahun, yaitu SMKN 2 Bojonegoro (Jurusan Elektronika), SMKN 3 Bojonegoro (Jurusan Kimia Analisis), SMKN 4 Bojonegoro (Jurusan Geologi Pertambangan) dan SMKN Ngasem (Jurusan Geologi Pertambangan).
“Penerapan 4 tahun sekolah tersebut per jurusan yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sudah sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku, mulanya hanya 3 tahun,” ungkap Agung.
Pendidikan umum para siswa dengan jurusan tersebut akan berjalan selama 3 tahun dan tetap mengikuti ujian-ujian pada umumnya. Mereka juga akan menerima ijazah dari pemerintah setelah 3 tahun menempuh pendidikan.
“Namun yang menjadi pembeda, mereka belum bisa dikatakan lulus karena masih akan menyelesaikan 1 tahun pendidikan kerja lapangan,” beber Agung.
Sedangkan Abdul Fatah, Kepala SMKN Ngasem menambahkan, sudah berjalan selama 18 tahun SMKN Ngasem sendiri memiliki Jurusan Geologi Pertambangan. Namun, sejak tahun pelajaran 2018/2019 jurusan tersebut sudah menerapkan program pendidikan SMK lulus 4 tahun atau setara dengan D1-D2. Dan sudah meluluskan alumni selama 2 tahun, yaitu tahun pelajaran 2021/2022 dan 2022/2023.
“Kami juga sudah ada laboratorium geologi pertambangan, lulusan kami juga banyak yang bekerja di perusahaan tambang di luar Jawa,” tambah Abdul Fatah.
Sementara itu, Kepala SMKN 4 Bojonegoro Subandi, mengaku juga memiliki program SMK setara Diploma 1. “Yaitu ada pada jurusan geologi pertambangan dan sudah meluluskan ratusan siswa,” tutup Subandi. (*)



