Berbekal Layanan Pendidikan Berkualitas, Bupati: PGP Harus Jadi Katalisator Merdeka Belajar

  • Bagikan
BAHAS PENDIDIKAN: Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (tenga) menggunting pita sebagai tanda dimulainya Lokakarya 7 (Tujuh) Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 5 (Lima) Bagi Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Lamongan, di Aula Gajah Mada Lt 7, Senin (19/12).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Di tengah kemajuan teknologi dan era digitalisasi, proses pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi hal yang kurang relevan saat ini, sehingga guru diharapkan mampu menjadi katalisator dan fasilitator media pembelajaran merdeka belajar yang berkualitas di tengah masyarakat Lamongan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes) saat membuka kegiatan Lokakarya 7 (Tujuh) Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 5 (Lima) Bagi Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Lamongan, di Aula Gajah Mada Lt 7, Senin (19/12).

Baca juga :   Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya Bangkitkan Optimisme untuk Sejahterakan Warga

“Sebagai tenaga pendidik, guru harus menjadi katalisator dan fasilitator bagi masyarakat Lamongan, khususnya untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Pak Yes.

Kegiatan yang mengambil tema “Serentak Bergerak Mewujudkan Merdeka Belajar”, para calon PGP Lamongan dapat berkreasi dan berinovasi untuk mewujudkan generasi unggul dan berkarakter.

Diikuti 156 calon guru penggerak, kegiatan yang pertama kalinya di Lamongan itu ditujukan untuk dapat merealisasikan tujuan pendidikan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menerapkan media merdeka belajar. Terlebih para calon guru penggerak telah mendapatkan bekal bimbingan secara daring maupun luring.

Baca juga :   Tetapkan Tiga Nama Calon Rektor 2024-2028, Suko: Rektor Harus Bawa UMS ke Kancah Global

Selain itu, Pak Yes mengatakan, seorang pendidik juga harus mampu mengembangkan potensi setiap insan manusia bagi prestasi dan bagi sumber pembangunan manusia. Terlebih, Pemkab Lamongan telah berupaya menghadirkan program Perintis (pendidikan berkualitas dan gratis), sebagai penegasan wajib belajar 12 tahun bagi masyarakat Lamongan.

“Untuk itu, bapak-ibu terus berikan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga persoalan biaya ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” harap Pak Yes.

Baca juga :   Jadi Universitas Digital, UICI Grand Launching

Budi Prasetyo, selaku perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur pada laporannya mengatakan, keberhasilan siswa tidak terlepas dari pendidik yang luar biasa dan dukungan pejabat pemerintah.

“Siswa yang luar biasa karena bimbingan oleh guru dan kepala sekolah yang luar biasa. Dan guru serta kepala sekolah yang luar biasa atas dukungan dari fasilitator dan dinas pendidikan, dan itu semua berasal dari kepedulian dari bapak Bupati dan seluruh jajarannya,” pungkas Budi. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *