Dijadwalkan Diperiksa, Dokter Tifa: Kami Berada di Jalur yang Benar

  • Bagikan
SIAP DATANG: Tifauziah Tyassuma (dr. Tifa), mengaku siap memenuhi panggilan Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo pada Kamis (13/11) mendatang.

INDOSatu.co – JAKARTA – Kasus penyidikan tudingan ijazah palsu Jokowi dipastikan terus berlanjut. Kabar terkini, Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemanggilan Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauziah Tyassuma (dr. Tifa) sebagai tersangka kasus tersebut pada Kamis (13/11).

“Jadi, untuk sementara tiga tersangka itu yang dijadwalkan (pemanggilan) pada Kamis (13/11),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/11).

Meski demikian, Kombes Budi belum bisa memastikan ketiganya bakal hadir atau tidak. Budi hanya membenarkan ketiganya dijadwalkan dipanggil Polda Metro Jaya pada Kamis (13/11). “Yang pasti, besok saya pastikan ke penyidik,” katanya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya segera melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada delapan tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI), Joko Widodo.

Baca juga :   Gelar Silaturrahmi Alim Ulama, Sepakat Tak Ada Pemakzulan Ketum PBNU

“Kami berharap mudah-mudahan mereka memenuhi panggilan kami, sehingga hak yang bersangkutan sebagai warga negara untuk menyampaikan klarifikasinya dalam bentuk berita acara itu dipenuhi juga oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, salah satu diantara tiga tersangka, Tifauziah Tyassuma (dr. Tifa) menegaskan bahwa, dirinya akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Penetapannya sebagai tersangka bukanlah suatu pernyataan bahwa dirinya bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar bersalah.

”Pengadilan yang jujur akan membuktikan bahwa kami berada di jalur yang benar,” kata dr. Tifa melalui jejaring sosial X (twitter) miliknya, Senin (10/11).

Baca juga :   Jadi Pembanding Kerja Polisi, Khozinudin Ajukan Uji Forensik Independen

Pada 13 November 2025 mendatang, dr, Tifa mengaku akan hadir, kooperatif, dan akan menjalani setiap langkah dengan tenang, tegar dan tanpa rasa takut. ”Saya yakin atas apa yang kami lakukan ini,” kata alumni Kedokteran UGM Yogyakarta itu.

Pakar Neuroscience Behavior dan Ahli Saraf Nutrisi itu mengatakan bahwa, perjuangan yang dilakukan bukan untuk menyerang individu atau orang tertentu. Perjuangan yang dilakukan itu lebih bermakna tentang kejujuran, transparansi, dan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas. Apalagi jika itu informasi berkaitan dengan seorang pemimpin.

”Manusia bisa menilai, media bisa memberitakan, tetapi Allah Maha Benar yang akan memutuskan. Jika saya berada di pihak yang benar, maka tidak ada ujian yang sia-sia,” kata dr. Tifa.

Baca juga :   Anggap Kasus Sudah Inkrah, Sahroni: Tangkap segera Silfester Matutina

Ia mengaku akan terus mengabdi melalui ilmu dan edukasi bagi Indonesia. Hal itu dilakukan sebagai komitmen kecintaannya pada tanah air, yang tidak akan hilang hanya karena tekanan dan ancaman.

Doakan yang terbaik. Mari bergerak bersama kami dengan cara kita yang elegan dan terbaik. ”Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir (“Cukuplah Allah (menjadi penolong) kami, dan Dia sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baik penolong”),” beber dr. Tifa.

Dokter Tifa mengatakan, bagi masyarakat yang cinta kepada Indonesia, cinta kepada kebenaran dan keadilan, dipersilakan hadir membersamai RRT (Roy-Rismon-Tifa), di Polda Metro Jaya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *