INDOSatu.co – BOJONEGORO – Meski baru dibuka, Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bojonegoro yang resmi digelar di Hotel Dewarna, Jalan Veteran Kota Bojonegoro, Sabtu (4/4) sudah dipenuhi dinamika internal.
Dinamika tersebnt tak lain adalah persaingan pada kandidat untuk menakhodai partai berlambang jagat dilingkari sembilan bintang itu. Kabar terkini, terdapat lima kandidat yang terjaring dalam muscab tersebut.
Mereka adalah Fauzan Fu’adi (petahana), Abdulloh Umar, Imam Sholikin, Mustakim, dan Alviatul Muniroh, Dengan munculnya lima nama tersebut, berarti prediksi yang telah berkembang diinternal PKB tidak meleset.
Kelima kandidat memiliki peluang yang sama untuk memimpin partai dengan jumlah terbanyak di DPRD Bojonegoro tersebut. Menariknya, usia kelima kandidat juga tergolong masih sangat muda.
“Yang pasti semua kader PKB mempunyai hak yang sama. Semua bisa jadi calon Ketua DPC PKB 2026-2031 mendatang,” kata salah satu pengurus DPC PKB yang minta dirahasiakan namanya, Sabtu (4/4).
Dikatakan, bahwa mekanisme penjaringan dilakukan melalui tahapan internal partai sebelum nantinya ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan diumumkan ketika Muscab.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa nama-nama kandidat hasil penjaringan tidak langsung diumumkan ke publik, melainkan akan disampaikan oleh DPP saat forum Muscab berlangsung.
Sayangnya, gelaran muscab partai yang mestinya terbuka untuk umum dan bisa diakses publik, oleh panitia justru dibatasi. Ternyata tidak semua wartawan dan media bisa masuk ke arena muscab. Model dan tata cara partai yang arogan seperti itu jelas mencederai kebebasan pers dalam melakukan liputan di momen penting sebuah partai.
”Maaf mas, yang boleh masuk hanya media yang tercatat di panitia. Kalau tidak masuk daftar, tidak boleh masuk ke arena muscab,” kata salah seorang panitia. (*)



