Ditengah Ketegangan Iran-Israel, Netanyahu Dikabarkan Tewas

  • Bagikan
DIKABARKAN TEWAS: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan media Tasnim tewas setelah serangan Iran di komplek Istana Perdana Menteri tiga hari lalu.

INDOSatu.co – TEHERAN – Kabar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tewas menghiasi kabar dunia hari ini, Selasa (10/3). Kantor Berita Iran, Tasnim, menerbitkan sebuah laporan pada Senin sore terkait terbunuh Netanyahu. Dengan tewasnya Netanyahu, perang Iran vs AS dan Israel dipastikan bakal lebih panjang.

Media berbahasa Persia itu memang tidak menyajikan bukti terhadap kematian Netanyahu. Sebaliknya, Tasnim hanya mengumpulkan serangkaian poin secara tidak langsung, termasuk tidak adanya klip video baru-baru ini tentang Netanyahu.

Saat ini, laporan berbagai media Israel berbahasa Ibrani hanya menerangkan penjagaan keamanan yang diperketat di sekitar rumah Netaanyahu. Karena penjagaan yang super ketat itu, Jared Kushner (menantu Trump) dan utusan khusus AS Steve Witkoff menunda kunjungannya ke Israel.

Baca juga :   Puluhan Gerilyawan Tewas, Taliban Klaim Duduki Dua Provinsi

Laporan Tasnim juga bersandar pada klaim bekas yang dikaitkan dengan mantan perwira intelijen AS Scott Ritter, yang dikutip melalui media Rusia, yang menuduh bahwa Iran telah mengebom tempat persembunyian Netanyahu dan saudaranya. Tasnim sendiri mencatat bahwa spekulasi itu belum dikonfirmasi atau dibantah secara resmi.

Berita tewasnya Netanyahu baru menyeruak tiga hari setelah Iran mengembom kompleks Istana Perdana Menteri dan baru terpublikasi Selasa (10/3) sore ini. Selain mengabarkan tewasnya Netanyahu, Tasnim setidaknya juga memberitakan Netanyahu juga dalam posisi luka berat akibat serangan Iran.Tasnim merupakan media yang dekat dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran. Karena itu, tak heran jika Departemen Keamanan AS mencantumkan outlet tersebut terkait dengan IRGC.
Versi media Israel, secara umum telah membantah rumor kematian Netanyahu tersebut. Netanyahu menurut media Israel telah menyampaikan pernyataan resmi yang diterbitkan oleh Kantor Perdana Menteri pada 7 Maret, dan portal utama pemerintah Israel juga mencantumkan dia telah mengunjungi situs dampak di Beersheba pada 6 Maret.Laporan independen dalam beberapa hari terakhir juga merujuk pada aktivitas publiknya, termasuk panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dilaporkan oleh Élysée dan diliput oleh The Jerusalem Post pada 5 Maret.Ini bukan pertama kalinya klaim Iran tentang keberadaan Netanyahu muncul selama perang. Dalam pertempuran sebelumnya, militer Iran mengklaim bahwa nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah serangan yang diklaim telah ditangkal oleh kantor Netanyahu sebagai “berita palsu.”

Baca juga :   Perkembangan Terkini, Iran tak Mau Tunduk, Trump Siapkan Serangan
Sementara itu, media Xinhua juga melaporkan pada 2 Maret bahwa penduduk di dekat kantor Netanyahu di Yerusalem tidak melihat tanda-tanda dampak rudal setelah klaim serupa Iran.

Dalam versi lainnya, selama konflik yang terus bergerak cepat, tidak menunjukkan adanya video baru, pernyataan resmi yang tidak jelas, atau perubahan jadwal pejabat yang berkunjung dapat dengan cepat menjadi bahan baku untuk teori konspirasi. Laporan terbaru Tasnim tampaknya melakukan persis seperti itu: ia menawarkan sindiran, bukan bukti.

Baca juga :   Mundur setelah Bertemu Raja, PM Tinggalkan Istana Tanpa Kata

Dalam kehidupan publik Israel, keamanan di sekitar para pemimpin senior sering bergeser selama masa perang, dan komunikasi resmi secara teratur dikeluarkan dalam bentuk teks. Hingga Senin malam, tidak ada sumber publik yang kredibel yang membantah berita tewasnya Netanyahu oleh Tasnim. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *