Hadiri Harlah ke-47 Garda Revolusi, Pezeshkian: Iran Tidak Gentar

  • Bagikan
SAMPAIKAN PESAN: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato saat menghadiri peringatan ke-47 Revolusi Islam di Teheran, Iran, Rabu (11/2).

INDOSatu.co – TEHERAN – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa negarnya tidak akan menyerah pada tuntutan yang berlebihan terkait program nuklirnya seperti yang diminta Amerika Serikat. Iran juga tak gentar kedatangan militer AS di perairan di lautan Timur Tengah.

Pernyataan Pezeshkian disampaikan di sela-sela pembicaraan dengan Amerika Serikat yang sefang berlangsung di Oman. Ia juga mengatakan Iran siap untuk membahas program nuklir, tetapi pihaknya ingin negara lain tidak boleh mendikte Iran dengan sesukanya.

Iran dan Amerika Serikat melanjutkan negosiasi pekan lalu untuk pertama kalinya sejak perang dengan Israel Juni lalu yang menyebabkan AS melakukan serangan terhadap situs-situs nuklir di Iran.

Baca juga :   Demo Madagaskar, Polisi Tembak Gas Air Mata, Tentara Gabung Demostran

“Iran kami tidak akan menyerah dalam menghadapi agresi, tetapi kami terus berdialog dengan sekuat tenaga dengan negara-negara tetangga untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan ini,” kata Pezeshkian dilansir AFP, Rabu (11/2).

Pezeshkian berbicara di Lapangan Azadi di ibu kota Teheran untuk memperingati ulang tahun ke-47 revolusi Islam Iran. “Negara kami, Iran, tidak akan menyerah pada tuntutan mereka yang berlebihan,” tambahnya.

Baca juga :   Jelang Gelaran Formula E, Anies Baswedan Tinjau Sirkuit Jakarta E-Prix

Iran menginginkan pembicaraan tetap berpusat semata-mata pada program nuklirnya, sementara Amerika Serikat juga ingin program rudal balistik republik Islam tersebut dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan di kawasan itu dibahas.

Iran bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai, meskipun negara-negara Barat dan Israel meyakini bahwa Iran berupaya memperoleh senjata nuklir.

Setiap tahun, para pendukung kepemimpinan Iran berbondong-bondong hadir untuk memperingati ulang tahun revolusi yang menggulingkan Raja Iran, Shah Pahlavi, yang didukung AS pada tahun 1979.

Baca juga :   Politik Malaysia Memanas, PM Minta Dukungan, Oposisi Menolak

Di Lapangan Azadi pada Rabu, Iran show of force pasukan militer dalam jumlah yang sangat besar, lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.

Para wanita berkerudung mengibarkan bendera republik Islam dan membawa gambar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei .

Bulan lalu, Iran menyaksikan gerakan protes nasional yang memicu penindakan besar-besaran , dengan AS mengancam akan melakukan tindakan militer untuk mendukung para demonstran. Tetapi aksi protes tersebut bisa dipadamkan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *