Hadiri Rakernas I Gerakan Rakyat, Anies Singgung Keadilan Ekologi

  • Bagikan
SIMBOLIS: Tokoh nasional Anies Baswedan (kanan) menerima replika pohon hutan dari Ketua DPP Gerakan Rakyat Sahrin Hamid sebagai simbol perlu dikembalikannya hutan Indonesia yang rusak parah.

INDOSatu.co – JAKARTA – Ormas Gerakan rakyat sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1). Sukse karena dihadiri seluruh DPW Gerakan Rakyat se Indonesia dan para tokoh nasional. Tokoh nasional yang juga anggota Kehormatan Anies Rasyid Baswedan juga tampak hadir di tengah-tengah hadirin.

Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut didapuk memberi pengarahan dan sambutan di acara tersebut. Pada kesempatan itu, Anies mengatakan bahwa salah satu masalah mendasar dalam perjalanan peradaban manusia adalah sulitnya mempersatukan ekonomi dan ekologi.

“Kita menyaksikan sulitnya umat manusia mempersatukan dua eko. Dua eko-nya enggak akur. Yang satu ekonomi, yang satu ekologi,” kata Anies.

Baca juga :   Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Pastikan Indonesia Stop Impor

Menurut Anies, tidak boleh hanya fokus pada ekonomi saja. Tetapi juga harus memperhatikan lingkungan seperti keadilan ekologis. “Kita menginginkan keadilan ekonomi, tapi juga kita menginginkan keadilan ekologi. Ekonomi dan ekologi harus dikembalikan sejalan bersama-sama lagi,” ujarnya.

“Tidak bisa lagi kita membiarkan ini terpisah, terpecah. Karena itu ketika saya dapat tugas ini, untuk berbicara tentang keadilan ekologi, saya pikir timing-nya tepat. Tidak sempat dengan situasi Indonesia,” tambahnya.

Lalu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebutkan angka 1.198 yang merupakan jumlah korban meninggal akibat bencana di Provinsi Sumatera, yakni Aceh; Sumatera Utara; dan Sumatera Padang. Bencana itu menewaskan 1.198 orang dan menyebabkan ratusan ribu rumah hancur.

Baca juga :   Gus Ulil: Pelengseran Ketum PBNU Sangat Bahaya bagi Organisasi

“Ini semua terlihat seperti angka statistik. Tapi jangan pernah anggap ini sekadar angka statistik. Yang disebutkan itu adalah ibu yang kehilangan anak. Anak yang kehilangan orang tua. Keluarga yang kehilangan anak,” ujar Anies.

Menurutnya bencana yang dialami masyarakat Sumatera akibat ulah manusia. Dia berharap bencana tak terjadi lagi dan bertambah.

“Kita berdoa dan berikhtiar mudah-mudahan angka ini tidak tambah. Tapi, seribu seratus ini dibandingkan dengan satu juta jiwa yang mengungsi, ratusan ribu rumah yang hancur, dan lebih dari setengah, separuh dari desa di provinsi Aceh, terdampak,” papar Anies.

Baca juga :   Bukan Lagi Masuk Akal, Anthony: Putusan MK soal Usia Capres-Cawapres Wajib Batal

Selain itu masih ada ratusan orang yang belum ditemukan. “Dan hari ini masih ada 144 orang yang belum ditemukan,” ungkap Anies.

Dia menegaskan, korban bencana di Sumatera bukan hanya sekadar angka statistik. Semua itu terlihat seperti angka statistik. Tapi jangan pernah anggap ini sekedar angka statistik.

”Yang disebutkan itu adalah ibu yang kehilangan anak, anak yang kehilangan orang tua, keluarga yang kehilangan saudara,” ujar Anies.

Anies ingin menekankan di balik angka-angka tersebut, ada manusia yang mengalami kehilangan yang sangat besar. “Yang kehilangan seluruh kenangan atas keluarganya, lingkungannya,” imbuh Anies mengajak masyarakat agar memahami dampak nyata dari bencana tersebut. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *