Hanya Anies Baswedan Bisa Selamatkan Indonesia

  • Bagikan

MEMANG tidak ada tokoh nasional lain selain Anies Baswedan? Soal ini jangan ditanya. Banyak. Objektif saja tokoh nasional yang ikhlas untuk Republik Indonesia tidak banyak. Sedikit. Bahkan langka.

Tulisan ini disajikan seobjektif mungkin dan tidak partisan. Penulis akan menyebut beberapa contoh keikhlasan Anies Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta dan perbandingan dengan program serupa Prabowo-Gibran.

Apa yang disampaikan Anies Baswedan di kampanye Pilpres 2024 lalu. Hari ini terbukti. Misalnya saja Anies Baswedan mengatakan negara jangan berdagang dengan rakyat. Rusak semua urusan!

Hari ini kita menyaksikan program pemerintah diperdagangkan. “Rusak semua urusan jika negara berdagang dengan rakyatnya,” kata Anies Baswedan dalam suatu kesempatan.

Program MBG (Makan Bergizi Gratis) misalnya. Dari Rp 15.000 per porsi MBG hanya Rp 10.000 yang benar-benar porsi makanan diterima siswa. Sisanya Rp 5.000 untuk biaya pengelolaan, termasuk margin keuntungan bagi yang punya dapur MBG.

Faktanya lagi banyak dapur MBG dimiliki politisi Partai Gerindra dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Yayasan sosial yang didirikan oleh Prabowo Subianto pada Agustus 2024. Salah seorang Wakil Kepala BGN menjabat Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.

Baca juga :   Jangan Hanya Gratifikasi: KPK Wajib Usut Dugaan Pencucian Uang Rafael Alun

Jauh sebelum ada MBG. Pada tahun 2019 Anies Baswedan ketika diamanahkan sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2017-2022 telah terlebih dahulu mempunyai program makanan tambahan gratis yang dikenal Program Penyediaan Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMT-AS).

PMT-AS merupakan hasil kerja Anies Baswedan dalam mendukung yang terbaik untuk anak bangsa. Pemberian makanan tambahan tersebut telah dilaksanakan di 620 sekolah di DKI Jakarta.

Berbeda dengan MBG. PMT-AS Anies Baswedan dikelola secara bersama-sama oleh ibu-ibu sebagai sebuah gerakan bukan proyek bisnis seperti MBG yang kita lihat pada hari ini.

Karena itu, tak heran, pada era Anies Baswedan tidak ada siswa yang keracunan. Sedangkan jumlah siswa keracunan akibat program MBG hingga Oktober 2025 lebih dari 11.000 siswa keracunan.

Tidak ada pula orang-orang dekat Anies Baswedan dapat proyek PMT-AS. Orang-orang dekat Anies Baswedan, maaf; kere-kere. Mereka tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan di proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga :   Anies, Jumhur dan Pembebasan Alienasi Kaum Buruh

Contoh lainnya Koperasi Merah Putih yang lebih tepat disebut Korporasi Merah Putih. Pasalnya korporasi yang mengklaim berbadan hukum koperasi itu tidak murni lahir dari rahim anggota koperasi. Ia lahir dari rahim kekuasaan alias top down bukan kombinasi bottom up-top down.

Berbeda dengan Anies Baswedan dalam kebijakan mengelola koperasi di Ibu Kota Negara, Jakarta. Tidak top down seperti Koperasi Merah Putih itu. Koperasi era Anies Baswedan dibangun sebagai sebuah gerakan. Gerakan warga.

Contohnya adalah Koperasi Warga Kampung Akuarium. Namanya Koperasi Akuarium Bangkit Mandiri. Badan usaha koperasi yang dibentuk dan dikelola oleh warga Kampung Susun Akuarium sendiri untuk mengelola hunian layak mereka dan mengembangkan berbagai usaha ekonomi.

Secara pribadi, Anies Baswedan memiliki hati yang lembut. Penulis menyaksikan sendiri saat ada seorang pengusaha menceritakan bahwa ia dikriminalisasi, spontan air mata Anies Baswedan mengucur membasahi pipinya.

Baca juga :   Jalan Akhir Penundaan Pemilu melalui Pengadilan Negeri: Cipta Kondisi Chaos

Tidak itu saja. Sesibuk apapun agenda Anies Baswedan, ia tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu. Penulis beberapa kali secara tak sengaja shalat berjamaah di masjid bersama Anies Baswedan.

Masih banyak contoh keikhlasan Anies Baswedan. Tidak cukup ruang di tulisan singkat ini untuk menginformasikan keikhlasan Anies Baswedan yang penulis ketahui.

Dari sedikit contoh tersebut kita bisa menarik benang merah bagi kebaikan rakyat. Indonesia butuh sosok seperti Anies Baswedan. Menyelamatkan Indonesia dengan ikhlas secara bersama-sama sebagai sebuah gerakan untuk mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Karena itu, tidak berlebihan penulis mengajak kita semua. Bila menginginkan Indonesia dikelola secara baik dan benar. Awasi Pilpres! Jangan sampai curang. Ayo bersama-sama kita hentikan Pilpres curang. Pilpres yang melahirkan presiden omon-omon dan wakil presiden oon. (*)

Tarmidzi Yusuf;
Penulis adalah Kolumnis, Pemerhati Politik dan Kebangsaan, tinggal di Bandung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *