INDOSatu.co – TEL AVIV – Otoritas terkemuka dunia dalam urusan pangan, Integrated Food Security Phase Classification (IPC) atau Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu memperingatkan bahwa kota terbesar di Jalur Gaza sedang dilanda kelaparan.
IPC khawatir kelaparan itu akan menyebar ke seluruh wilayah jika tidak terjadi gencatan senjata dan diakhirinya pembatasan bantuan kemanusiaan. Keputusan itu diambil setelah berbulan-bulan peringatan dari kelompok-kelompok bantuan bahwa pembatasan makanan dan bantuan lain diabaikan oleh Israel.
Dilansir AFP, Pada bulan Juli saja, lebih dari 12.000 anak diidentifikasi menderita malnutrisi akut, meningkat enam kali lipat sejak Januari, menurut sumber resmi badan PBB, UNICEF. UNICEF menyebut tanda-tanda tersebut tidak dapat disangkal karena benar-benar terjadi.
Juru Bicara UNICEF Tess Ingram bergabung dengan Mark Owen wartawan sebuah media terkemuka menyatakan, terus melakukan survei di lapangan yang lebih mendalam tentang penderitaan mengerikan warga sipil di Gaza yang dilanda perang.
Yang pasti, Kota Gaza saat ini secara resmi dilanda kelaparan, dan kemungkinan akan menyebar ke seluruh wilayah Palestina, demikian pernyataan pemantau kelaparan global yang didukung PBB pada hari Jumat, yang melakukan deklarasi pertama dalam sejarah Timur Tengah.
Kota Gaza kini resmi menghadapi bencana kelaparan, sebuah krisis yang diperingatkan oleh pemantau kelaparan global yang didukung PBB dapat menyebar ke seluruh wilayah Palestina—deklarasi pertama semacam itu dalam sejarah Timur Tengah.
Berbicara kepada France24, jurnalis Kota Gaza, Shrouq Al-Aila, mengatakan, “Salah satu penyebab bencana kelaparan ini adalah karena tentara Israel mencegah bantuan kemanusiaan mencapai Gaza setiap hari.”
Meskipun mendapat kritik internasional, Israel terus melanjutkan rencananya untuk mengambil alih Kota Gaza sepenuhnya. Serangan Israel makin brutal. Menteri Pertahanan Israel, Katz, telah memperingatkan bahwa kota itu bisa hancur total kecuali Hamas tunduk pada semua persyaratan Israel. (*)