Jabatan Ketum PBNU Dibatasi hanya Dua Kali, Gus Yahya: Tidak Masalah

  • Bagikan
TIDAK KEBERATAN: Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (tengah) melayani pers usai memberikan arahan dalam Sidang Pleno Kongres ke18 Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (11/2).

INDOSatu.co – SURABAYA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf angkat bicara soal batasan jabatan Ketua PBNU yang hanya dua periode. Gus Yahya merespons soal periodisasi masa jabatan ketum PBNU maksimal dua periode atau 10 tahun yang satu periodenya berlaku lima tahun.

“Tidak masalah. Tapi kita kita lihat nanti,” kata Gus Yahya saat jumpa pers usai memberikan arahan dalam Sidang Pleno Kongres Ke-18 Muslimat NU, di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/2).

Baca juga :   Presidential Threshold 20 Persen, Faizal: Aturan Kebinatangan dan Harus Dihapus

Usulan pembatasan jabatan tersebut menjadi pembahasan dalam Sidang Komisi Organisasi Konferensi Besar (Konbes NU), di Hotel Sultan, Jakarta, pada Kamis (6/2/2025) lalu. Gus Yahya menyerahkan pada keputusan Konbes itu. Ia pun tak mempermasalahkan jika kelak terjadi penyesuaian konstruksi organisasi.

Sebelumnya, Ketua Sidang Komisi Organisasi H Ishfah Abidal Aziz mengatakan bahwa masa khidmah jabatan Ketua Umum PBNU diwacanakan maksimal dua periode atau 10 tahun. Selain berlaku untuk ketum PBNU, pembatasan periodisasi masa khidmah itu juga akan berlaku untuk ketua PWNU hingga Anak Ranting NU.

Baca juga :   Respon Surat Syuriah, Gus Yahya Klaim Masih Jabat Ketua Umum PBNU

“Itu yang berkembang maksimal dua periode. Dua periode itu satu periode lima tahun, berarti dua periode maksimal 10 tahun. Nah, itu pembahasan yang muncul di sidang komisi organisasi terkait usulan pembatasan periodiasasi jabatan Ketua Umum PBNU,” kata Ishfah.

Namun hingga kini, belum ada perubahan. Karena itu, wacana ini akan dirumuskan terkait pembatasan periodisasi masa khidmah ketum PBNU, PWNU, PCNU, dan seterusnya. (*)

Baca juga :   Soal Konsesi Tambang untuk Ormas Keagamaan, Gus Yahya: NU Siap dan Miliki SDM Mumpuni
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *