INDOSatu.co – JAKARTA – Menjelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan digelar besok Sabtu (27-29/9), internal PPP mulai menghangat. Karena itu, diperlukan terobosan agar dinamika pada muktamar dapat diselesaikan secara aklamasi. Harapannya, untuk menjauhkan partai dari intrik internal dan potensi perpecahan.
Menghadapi Muktamar tersebut, bisa dipastikan hanya dua kandidat kuat ketua umum yang dinyatakan berpeluang untuk bisa bersaing ketat. Mereka adalah Agus Suparmanto, eks Menteri Perdagangan dan Muhamad Mardiono yang merupakan Plt Ketum sebelumnya. Meski demikian, kalangan arus bawah menghendaki perubahan di tubuh PPP semakin kuat dan kader berharap aklamasi mendukung Agus Suparmanto.
“Saat ini kita ingin cari solusi. Tadi sudah disampaikan pada orang-orang yang dekat dengan Pak Mardiono, kita cari jalan tengah (aklamasi) mendukung Mas Agus (Suparmanto),” kata tokoh partai berlambang Kakbah sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin usai sambutan konsolidasi bersama pimpinan DPW dan DPC di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (26/9).
Gus Yasin menegaskan, suara mayoritas dari pengurus DPW, DPC, hingga para kyai, selayaknya menjadi pijakan utama dalam menentukan keputusan bersama. Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menyingkirkan intrik yang hanya akan memperlambat gerak partai.
“Perjalanan PPP dalam 5 tahun kedepan harus masif. Pergerakan partai supaya diterima masyarakat butuh waktu dan usaha yang tinggi. Maka jika ada intrik (internal) akan buang-buang waktu dan lelah. Mas Mardiono dan tim, kita ajak bersama-sama bangun PPP,” katanya.
Gus Yasin menjamin kubu Mardiono akan terus dirangkul untuk terus membesarkan PPP. Akan tetapi, bila nantinya harapan aklamasi ini tak terwujud bukan persoalan, sebab, dukungan terhadap Agus Suparmanto kian terlihat kokoh.
Gus Yasin mengklaim, 70 persen suara sudah solid berpihak pada Agus, bahkan masih berpotensi bertambah. Klaim ini diperkuat Ketua DPW PPP Jawa Timur, Nyai Hj. Mundjidah Wahab, yang menyebut hampir seluruh DPC di wilayahnya satu suara.
“Panutan kami itu para kiai, itu pegangan kami. Dan Pak Agus itu dekat dengan para kiai,” tegasnya. (*)



