Kalah 0-2 dari Uzbekistan, Indonesia Gagal Rebut Tiket Final Piala Asia

  • Bagikan
KETAT: Pemain timnas Indonesia Marselino Ferdinan (7) berebut bola dengan pemain Uzbekistan dalam laga semifinal Piala Asia. Tim Garuda Muda kalah 0-2 dan gagak ke babak final, Senin (29/4)

INDOSatu.co – QATAR – Indonesia harus gagal ke Final Piala Asia U-23 setelah ditekuk Uzbekistan dengan skor 2-0 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Qatar, Senin (29/4) malam. Gol terjadi di babak kedua tepatnya di menit ke-68 lewat gol Noorchaev dan gol bunuh diri Pratama Arhan di menit ke-85.

Dengan hasil ini, Indonesia harus berjuang untuk bisa memenangkan laga terakhir penentuan juara ketiga Piala Asia U-23 untuk lolos secara otomatis bisa berlaga di Olimpiade Paris 2024.

Indonesia dan Uzbekistan bermain lebih hati-hati usai kick off di babak pertama. Serangan pertama datang dari percobaan Fayzullaev lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-4. Namun pemain CSKA Moscow ini masih melambung di atas gawang Ernando Ari.

Pemain Uzbekistan terus menaikkan intensitas serangan dengan mengurung dan memberikan umpan-umpan pendek ke sisi kanan pertahanan Indonesia namun berhasil dipatahkan. Serangan berbahaya datang dari Khoshimov pada menit ke-14. Namun berhasil dipatahkan Nathan. Khoshimov lagi-lagi memberikan serangan mematikan, beruntung tembakannya masih melebar.

Baca juga :   Tuan Rumah Kasal Cup 2023, Promosi Wisata, Beri Multiplier Effect Lamongan

Di menit-26, Witan dijegal bek Uzbekistan Khusanov di area penalti. Wasit Shen Yinhao sempat mengecek VAR dan tekel yang dilakukan Khusanov dianggap bersih, Indonesia tak berhasil mendapatkan penalti.

Uzbekistan lagi-lagi menyerang, ancaman datang dari tembakan Burief di menit-30. Beruntung tembakan masih membentur mistar gawang. Hingga tambahan waktu 10 menit, Indonesia dan Uzbekistan bermain imbang.

Memasuki babak kedua pergantian pemain langsung dilakukan Uzbekistan. Pada menit 49, Uzbekistan terus menekan pertahanan Indonesia namun masih dipatahkan Ernando Ari.

Indonesia sebenarnya unggul pada menit ke-60, Ferarri berhasil membuat gol usai kemelut di gawang Uzbekistan. Namun gol tersebut dibatalkan usai wasit Shen Yinhao mengecek VAR. VAR menilai kaki Sananta berada dalam posisi offside.

Baca juga :   Lamongan Gelar Turnamen Biliar, Geser Stigma Negatif Menjadi Ajang Prestasi

Indonesia justru harus kebobolan di menit ke-68 usai Noorchaev berhasil memaksimalkan umpan Hamraliev dan membobol gawang Ernando Ari.

Pada menit ke 75, Shin Tae-yong melakukan pergantian pemain. Jeam Kelly Sroye masuk menggantikan Sananta. Nahas, wasit Shen Yinhao mengeluarkan kartu merah pada menit ke-84. Rizky Ridho dianggap melakukan pelanggaran keras.

Petaka pun datang pada menit ke-85, Pratama Arhan melakukan gol bunuh diri. Uzbekistan unggul 2-0. Perpanjangan waktu 16 menit pun diberikan. Pada menit ke 92, peluang datang dari Marselino namun sepakannya masih melebar. Setelah itu, Uzbekistan terus menekan pertahanan Indonesia. Hingga menit ke 106, Indonesia tak bisa mengejar ketertinggalan gol dari Uzbekistan.

Baca juga :   Bekuk Ceko, Denmark ke Semifinal
BERI SEMANGAT: Suasana nobar yang digelar di Pendopo Malowopati, Pemkab Bojonegoro pada Senin (29/4)

Sementara itu, sebagaimana nonton bareng (nobar) di seluruh penjuru tanah air. nobar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro juga tak kalah meriah. Sebelum pertandingan hingga terjadinya gol Uzbekistan di menit ke-68 yang dicetak Noorchaev, dukungan warga Bojonegoro terhadap timnas Indonesia terus menggema.

Nobar semifinal Indonesia v Uzbekistan di Pendopo Malowopati Bojonegoro memang ramai sepanjang sepanjang. Apalagi, Sekda Bojonegoro Nurul Azizah dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Wisnu Widiastuti juga membersamai warga Bojonegoro untuk menyemangati Rizky Ridho Ramadhani dan kawan-kawan yang bertanding di Qatar. Meski agak kecewa, penonton tetap berharap timnas Indonesia bisa merebut tiket juara ketiga di Piala Asia itu nanti. (mat/eja)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *