Kebakaran Kilang Pertamina Dumai, Legislator PKB Pertanyakan Manajemen Perusahaan

  • Bagikan
SOROTI KERJA KOMUT: Anggota Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam merespon tragedi meledaknya Depo Pertamina di Dumai Riau. Padahal, sebelumnya, tragedi serupa juga terjadi di Depo Plumpang, Jakarta. Syaikhul mempertanyakan kinerja Komisaris Utama, Basuki Tjahaja Purnama itu menggawangi Pertamina selama ini.

INDOSatu.co – JAKARTA – Belum hilang dari ingatan, luka masyarakat sekitar Depo Pertamina Plumpang akibat ledakan yang terjadi pada 3 Maret 2023 lalu, Pertamina kembali didera kecelakaan lagi dengan meledaknya kilang Pertamina di Dumai, Riau.

Dalam keterangannya di media massa, Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto membenarkan ledakan tersebut terjadi pada Ahad (2/4). Ledakan tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga bergetar kuat dan runtuhnya plafon masjid yang berada pada radius 3 KM.

Anggota Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam langsung merespon tragedi tersebut. Ia mempertanyakan kesiapan perusahaan yang dipimpin oleh Komisaris Utama, Basuki Tjahya Purnama itu dalam melaksanakan operasinya.

Baca juga :   Baru Pertama, KPK dan BKN Keberatan dengan Temuan Ombudsman

”Kinerja buruk seperti ini, Pertamina perlu introspeksi terkait keamanan sarana dan prasarana. Ini (meledaknya, Red) kilang Pertamina Dumai menjadi perhatian kita semua,” kata Syaikhul Islam dalam keterangan tertulisnya, Ahad (2/4).

Syaikhul Islam mengungkapkan, perusahaan pelat merah di Dumai itu punya portofolio yang baik, juga merupakan perusahaan multi nasional yang membangun jejaring bisnis tidak hanya di Indonesia namun juga di beberapa negara lain seperti Aljazair, Malaysia, Irak, Kanada, Prancis, Italia, Namibia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Venezuela bahkan hingga ke Angola.

Baca juga :   Evaluasi Peran Polri, Hendardi: Kritik PDIP Harus Dimaknai Alarm Keras bagi Demokrasi

”Akuisisi dan pengelolaan lapangan migas overseas dilakukan PT Pertamina Internasional EP untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata Syaikhul Islam.

Jika merunut 5 tahun ke belakang, di bawah kepemimpinan Ahok, unit bisnis Pertamina di dalam negeri mengalami rentetan kecelakaan kerja. Mulai dari kebakaran kapal di Teluk Balikpapan (Maret 2018), kebakaran Kilang Pertamina Balongan (Maret 2021), Kilang Cilacap (November 2021), Kilang Pertamina Balikpapan (Maret 2022), kebakaran Depo Pertamina Plumpang (Febuari 2023) hingga yang terakhir ledakan di Kilang Dumai Riau (Maret 2023).

”Itu catatan kami. Peristiwa meledaknya Depo Pertamina jangan menjadi ritual stiap tahun. Perlu ada perbaikan yang signifikan,” kata Syaikhul.

Baca juga :   Soroti Mahalnya Harga Beras, Anwar Abbas: Tak Selaras dengan Kesejahteraan Petani

Syaikhul yang merupakan Legislator Fraksi PKB itu sangat menyayangkan kecelakaan ini bisa terjadi betubi-tubi. “Kita pertanyakan kerjanya Komisaris Utama sebagai wakil dari pemegang saham (BUMN),” ujarnya.

Syaikhul mengaku gusar dan heran. Mengapa perusahaan nasional yang mendunia bisa memiliki track record manajemen resiko yang sangat buruk. “Pak Ahok kerjanya apa ya? Atau jangan-jangan Pak Ahok sudah kerja tapi gak digubris sama Direksinya?” tukas anggota DPR dari PKB dari Dapil Jawa Timur I (Surabaya dan Sidoarjo) ini. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *