Kedelai Mahal dan Langka, LaNyalla Minta Pemerintah Respon Cepat

  • Bagikan
SESALKAN IMPOR KEDELAI: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah segera menstabilkan kelangkaan dan mahalnya kedelai di dalam negeri.

INDOSatu.co – JAKARTA – Keluhan masyarakat terkait mahal dan langkanya kedelai ditanggapi serius Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Menurut senator asal Jawa Timur itu, pemerintah harus segera melakukan stabilisasi harga, sehingga tidak ada gejolak di masyarakat dan para usahawan tahu-tempe.

“Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus segera menstabilkan harga kacang kedelai. Masyarakat tidak bisa dibiarkan bertarung sendiri. Pemerintah harus hadir,” kata LaNyalla, Rabu (16/2).

Baca juga :   Kunjungi Pondok Pesantren di Bangkalan, Ketua DPD RI Serap Aspirasi Para Ulama-Kyai

LaNyalla mengaku heran, mengapa pemerintah mendiamkan harga kacang kedelai yang berlarut-larut terus melambung tinggi. Padahal tren kenaikan sudah muncul sejak pertengahan tahun 2021 karena dampak cuaca ekstrem, sehingga menurunkan produksi di negara produsen utama dunia, seperti Argentina dan Brasil.

“Akar permasalahan mahalnya harga kedelai ini sangat jelas. Pemerintah gagal mengantisipasi kelangkaan pasokan kedelai, baik kedelai impor maupun kedelai lokal,” ujarnya.

Di sisi lain LaNyalla juga mempertanyakan, mengapa Kementerian Pertanian tidak
membuat kebijakan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional.

Baca juga :   Gus Yahya Umumkan 11 Perempuan Masuk PBNU. Berikut Daftar Namanya....

Sejauh ini seperti dijelaskan oleh Kemendag, kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor dari sejumlah negara. Hampir 90 persen pasokan kedelai berasal dari impor.

“Kok bisa begini? Kita memiliki lahan yang luas, potensinya besar dalam
mengembangkan kedelai, tetapi pemerintah tetap membeli dari negara lain. Seharusnya Kementan membuka keran produksi kedelai nasional melalui kebijakan dan program,” papar dia.

Diketahui produksi kedelai nasional pada tahun 2021 hanya berkisar 240 ribu
ton, sedangkan kebutuhan mencapai 2 juta ton kedelai segar. Karena itu, LaNyalla berharap adanya sinergi antar kementerian dalam stabilisasi harga kedelai tersebut.

Baca juga :   Bertemu BEM PTMI, LaNyalla Singgung Mahasiswa Sekarang Melempem

“Saya kira untuk stabilisasi harga komoditas pertanian memang memerlukan sinergi lintas kementerian. Harus dilakukan koordinasi dengan baik, cepat dan tepat. Selain itu, pemerintah sebaiknya memastikan tingkat produksi kacang kedelai yang dibutuhkan secara nasional,” lanjut mantan Ketua Umum PSSI tersebut. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *