Kembali Tangkap Perampok Museum Louvre, Empat Pelaku segera Diadili

  • Bagikan
REKONSTRUKSI: Petugas kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bagaimana cara kawanan perampok menjarah permata dan berlian peninggalan Napoleon di Museum Louvre, Paris, Prancis,

INDOSatu.co – PARIS – Petugas kepolisian Paris kembali berhasil menangkap dua pelaku kasus pencurian permata di Museum Louvre, Paris. Dengan tertangkapnya dua pelaku itu, berarti sudah ada empat pelaku yang diamankan petugas. Jumlah empat pelaku sama persis seperti saat museum Louvre dijarah.

Jaksa Paris, Laure Beccuau, mengatakan bahwa, dua orang terakhir yang didakwa, seorang perempuan berusia 38 tahun dan seorang pria berusia 37 tahun, ditangkap pada hari Rabu bersama tiga orang lainnya. Tiga orang lainnya akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam penjarahan museum Louvre.

Baca juga :   Nasib Rohingya Tak Berkesudahan, PM Malaysia Tegas Minta Hak Veto Dihapus

Dilansir The Guardian, wanita tersebut menangis saat muncul di pengadilan Paris. Dia mengaku sedang memikirkan nasib anak-anaknya dan dirinya sendiri pasca ditangkap dan dikaitkan dalam penjarahan museum Louvre. 

Dia telah didakwa atas tuduhan terlibat dalam pencurian terorganisasi dan konspirasi kriminal dengan tujuan mempersiapkan kejahatan. Hakim membenarkan penahanan perempuan yang tinggal di pinggiran utara ibu kota Prancis, La Courneuve tersebut.

Hal serupa juga dialami satu pelaku lainnya. Pria tersebut didakwa dengan pencurian terorganisasi dan konspirasi kriminal dengan tujuan mempersiapkan kejahatan. Dia mengatakan, orang tersebut dikenal oleh otoritas kehakiman karena pelanggaran pencurian sebelumnya.

Baca juga :   Turki Usir 10 Duta Besar Asing, Erdogan Mengaku Geram

Dia telah ditempatkan dalam tahanan praperadilan sambil menunggu sidang yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang. “Kedua orang tersebut membantah terlibat dalam peristiwa tersebut,” kata Beccuau.

Bulan lalu, para pelaku menggunakan peralatan listrik menyerbu Louvre, museum seni yang paling banyak dikunjungi di dunia, di siang bolong. Hanya membutuhkan beberapa menit, pelaku yang berjumlah empat orang berhasil menggondol perhiasan bernilai €88 juta Euro (atau Rp 1,7 triliun).

Adrien Sorrentino, pengacara wanita yang ditahan, mengatakan kliennya membantah tuduhan terhadapnya. “Dia hancur,” ujarnya kepada wartawan.

Baca juga :   Tolak Dicoret Pilpres, Kamto: Presiden Biya Berada di Balik Putusan KPU

“Ini adalah perampokan yang spektakuler, dan keputusan yang baru saja diambil adalah keputusan yang spektakuler: seorang wanita muda baru saja ditahan meskipun dianggap tidak bersalah.”

Sedangkan Sofia Bougrine, seorang pengacara untuk salah satu orang yang ditangkap tetapi kemudian dibebaskan, menunjuk pada apa yang menurutnya merupakan sifat tidak pandang bulu dari beberapa penangkapan.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez belum lama ini yakin bahwa para pelaku akan ditemukan oleh petugas kepolisian. “Saya tetap yakin bahwa kami akan dapat menemukan mereka,” kata Laurent Nuñez. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *