Kemenlu Pastikan Presiden Hadiri KTT Board of Peace di Washington

  • Bagikan
HADIRI KTT BoP: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (paling kanan) dipastikan akan mengikuti KTT Dewan Perdamaian yang digelar di Washington, pekan depan. (foto: setpres)

INDOSatu.co – JAKARTA – Berbagai kritik terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace = BoP) tak menyiutkan nyali Presiden RI Prabowo Subianto. Bahkan, Prabowo dipastikan akan menghadiri konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian yang akan digelar di Washington DC, Amerika Serikat pada pekan depan.

Juru Bicara Kemenlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, memastikan, Presiden bakal menghadiri rapat perdana BoP yang dilaksanakan pada 19 Februari 2026 dengan disertai beberapa pejabat negara.

Baca juga :   Didukung Forum GMNI, Gus Imin Yakin di Jatim dan Jateng akan Dimenangi Pasangan AMIN

“Bapak Presiden Prabowo Subianto rencananya akan hadir,” kata Nabyl dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (11/2).

Menurut juru bicara Kemenlu itu, kehadiran Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam membentuk arah dan kerja Dewan Perdamaian sejak awal. Nabyl menegaskan, dalam rapat tersebut, Prabowo akan terus memperjuangkan kepentingan Palestina, khususnya dalam hal rekonstruksi Jalur Gaza serta perjuangan rakyat Palestina, sesuai kehendak masyarakat Indonesia.

Indonesia, kata Nabyl, senantiasa mendorong pemulihan Gaza serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina. Hal itu dalam kerangka solusi dua negara melalui keikutsertaan di Dewan Perdamaian.

Baca juga :   Memilih 13 Anggota PP Muhammadiyah, Semua Calon Terpilih Punya Kans Jadi Ketua Umum

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan, Presiden Prabowo akan berkunjung ke AS untuk mengikuti KTT Dewan Perdamaian. Namun, selain mengikuti agenda tersebut, Presiden Prabowo juga akan menandatangani Kesepakatan Tarif Resiprokal Indonesia-AS yang proses finalisasinya hampir rampung dalam kunjungannya tersebut.

“Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 (Februari), dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca juga :   Arsul Sani: Amandemen Kelima Nyaris Terjadi Jika Tidak Ada Tuntutan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Gedung Putih sebelumnya mengumumkan akan menggelar KTT perdana Dewan Perdamaian pada 19 Februari 2026, dan sejumlah pemimpin negara anggota telah dihubungi agar menghadiri acara tersebut. Indonesia resmi masuk sebagai anggota BoP setelah Prabowo ikut menandatangani piagam BoP saat acara peluncurannya di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *