INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemerintah Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa pada 2025, Indonesia resmi berhasil mencapai target swasembada pangan, terutama ketersediaan beras yang melimpah.
Tercapai target tersebut swasembada tersebut disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto pada panen raya dan pengumuman swasembada pangan 2025, Rabu (7/1) yang diikuti Pemerintah Kabupaten Lamongan secara online melalui kanal zoom siang ini.
Atas capaian tersebut, Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara merasa ikut berbangga sekaligus bersyukur. Hal itu diungkapkan Mas Dirham, sapaan akrab Wabup Lamongan saat melangsungkan tasyakuran bersama Gabungan Kelompok Tani secara bersamaan dengan menyaksikan zoom panen raya dan pengumuman swasembada pangan 2025, di Ruang Command Center Pemkab Lt.3.
Menurut Mas Dirham, bahwa keberhasilan swasembada pangan nasional ini merupakan salah satu wujud keseriusan Kabupaten Lamongan dalam mengelola potensi pertanian. Meskipun diberikan target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar dari nasional adalah 192.373 hektare, luas baku LTT di Lamongan justru melebihi, yakni 96,095,5 hektare.
Komitmen tersebut diaktualisasikan dengan melakukan ragam upaya untuk meningkatkan produktivitas padi. Diantaranya ialah dengan gencar menyediakan bibit berkualitas, pembangunan perbaikan atau rehabilitasi jaringan irigasi baik primer, sekunder, dan tersier embung serta sumur dalam maupun dangkal.
Selain itu, kata Mas Dirham, optimalisasi potensi lahan sawah dan bukan sawah untuk ditanami padi (wilayah rawa, lahan bera, dan perhutanan sosial), penyediaan pompa, pendampingan melalui sekolah lapang baik SL GAP, SL PHT dalam rangka agar budidaya padi bisa dikawal sampai panen dengan hasil yang baik.
Tidak hanya itu, upaya lain juga dilakukan dengan penyusunan jadwal tanam di setiap kecamatan, monitoring lapangan harian, hingga identifikasi ketersediaan benih, pupuk, dan alsintan. Bahkan, Pemkab Lamongan sudah mencanangkan penggunaan dana desa minimal 20 persen untuk pertanian, dan rencananya akan digunakan untuk pelaksanaan sekolah lapang, yang tujuannya agar kemampuan petani lebih maksimal dalam mengelola dan mengatasi masalah pertanian.
“Kerja keras seluruh petani di Lamongan berhasil dalam mewujudkan swasembada pangan. Semoga capaian ini menjadi acuan semangat untuk memaksimalkan potensi pertanian di Kabupaten Lamongan,” tukas Mas Dirham.
Diungkapkan Mas Dirham, capaian LTT di Kabupaten Lamongan berhasil melampaui target nasional. Per tanggal 31 Desember 2025, capaian LTT Lamongan adalah 193.786 hektare atau 100,73 persen.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, keberhasilan swasembada pangan melalui pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) memiliki dampak positif langsung pada kesejahteraan petani. Dengan bertambahnya luas area tanam, volume produksi pangan secara langsung dapat meningkatkan potensi kesejahteraan petani.
Adanya pemanfaatan lahan tidur dapat memberikan peluang kerja baru di wilayah tersebut dan meningkatkan nilai ekonomi. Presiden Prabowo berpesan agar pencapaian swasembada pangan pada komoditas padi juga dapat direalisasikan pada komoditas lain, seperti tebu, jagung dan lainnya. (*)




