Lamongan Jadi Jujukan Daerah Lain Kaji Strategi Penurunan Stunting

  • Bagikan
BERBAGI KIAT: Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara (kiri) bertukar cindera mata dengan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsy di ruang kerjanya, Kamis (9/4).

INDOSatu.co – LAMONGAN – Keberhasilan Lamongan dalam menurunkan angka stunting secara drastis dari 27,5 persen di tahun 2022 menjadi 6,9 persen di tahun 2024 menjadikan Kota Soto itu sebagai tempat tujuan pelaksanaan kaji tiru oleh kabupaten/kota lain.

Seperti halnya pada hari ini, Kamis (9/4), Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Lamongan, menerima secara langsung kunjungan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsy dan Wakil Walikota Salatiga Nina Agustin di ruang kerjanya. Kunjungan ini dilaksanakan dengan tujuan kaji tiru terkait percepatan penurunan stunting.

Baca juga :   Peringati HUT Korpri ke-53, Pemkab Lamongan Jaring ASN yang Berpotensi

Dalam kesempatan tersebut Mas Dirham memaparkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan di Lamongan untuk mempercepat penurunan angka stunting, diantaranya melalui pendampingan kader, sekolah orang tua hebat (SOTH), gerakan 1-10-100, gerakan orang tua asuh cegah stunting, dapur sehat atasi stunting (Dashat), gerakan Ferrameg (FE Hari Rabu Megilan), juga Sadel Cepak (Desa Model untuk Pencegahan Perkawinan Anak).

Baca juga :   Soal Minimnya Tunjangan, Pengurus DPC Abpednas Wadul ke Dewan

“Tentu untuk keberhasilan program-program ini juga butuh kerja sama yang baik dari berbagai pihak, dengan pemerintah desa, dengan pengusaha juga yang bisa diajak sebagai salah satu orang tua asuh. Perlu terus dipantau dan dilakukan evaluasi, di-mapping juga karena kadang bisa salah sasaran,” terang Mas Dirham.

Mas Dirham juga menceritakan, bahwa dirinya sebagai salah satu orang tua asuh masih terus mendapatkan laporan hasil perkembangan anak asuh stuntingnya.

Baca juga :   Pemkab Lamongan Maksimalkan Gempur Saloka untuk Hadapi Musim Hujan

“Jadi, perlu ada ada komitmen bersama. Semoga apa yang kami bagikan hari ini dapat menjadi best practices yang bisa pula dilaksanakan di wilayah Bapak/Ibu dan dapat berdampak pada penurunan angka stunting,” imbuhnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *