INDOSatu.co – LAMONGAN – Guna menjaga stabilisasi harga selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemprov Jawa Timur melalui Disperindag menggelar Operasi Pasar Murah, salah satunya dilaksanakan di depan Kantor Kecamatan Sukodadi pada Rabu (4/3).
Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, melakukan peninjauan secara langsung pelaksanaan OPM Pemprov Jawa Timur tersebut di Lamongan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, operasi pasar murah (OPM) itu merupakan komplementaritas dari program Bupati/Walikota dengan tujuan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi.
“Ini pasar murah yang ke-32 yang diselenggarakan oleh Disperindag Provinsi Jawa Timur. Disini program yang kita lakukan secara komplenmentaritas dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bupati/Walikota di berbagai titik, harapannya kita sama-sama memaksimalkan stabilisasi harga,” kata Khofifah.
Menjelang lebaran, kata Khofifah, ada kecenderungan dinamika harga-harga mengalami perubahan, penyesuaian. Berkaca dari kasus tersebut, Pemprov Jatim melakukan stabilisasi harga, antara lain dengan menggelar pasar murah.
Selain itu, tentu pengendalian inflasi, maka bisa dipastikan barang yang dijual di pasar murah ini sembako yang jauh di bawah harga pasaran. ”Garis besarnya bagaimana kita bisa membantu warga mendapat harga-harga kebutuhan pokok yang terjangkau,” ungkapnya.

Ditambahkan Khofifah, harga beras yang dijual di pasar murah ini untuk 5 kg nya (Beras SPHP) seharga Rp 55.000; ayam harga Rp 30.000 dari harga pasar Rp 42.000; gula dijual dengan harga Rp 14.000; MinyaKita Rp 13.000, dan cabe rawit yang di pasaran kisaran Rp 80.000 dijual seharga Rp 40.000 per kilonya atau sekitar Rp 4.000 per ons.
“Tentu harapannya ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik di masing-masing rumah tangga, saya kira itu yang bisa kita lakukan, sinergi dengan apa yang dilakukan oleh kabupaten/kota se-Jatim,” pungkas Khofifah. (*)



