Optimalkan Layanan Publik, Lantik 37 Pejabat, Bupati: Pertahankan Predikat SAKIP

  • Bagikan
TINGKATKAN PELAYANAN: Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (kanan) menyerahkan SK penempatan dan pengangkatan pejabat yang baru dilantik. Dia berharap agar pejabar baru bisa membantu mempertahankan predikat SAKIP yang telah menjadi langganan Pemkab Lamongan.

INDOSatu.co – LAMONGAN – Guna memenuhi kebutuhan organisasi untuk menyeimbangkan dan mengharmoniskan antara pelayanan publik, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang menjadi tugas dari pemerintah daerah, Rabu (19/10), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melantik 37 pejabat daerah yang terdiri dari PPT Pratama (2 orang), Administrator (9 orang), pengawas (26 orang) di Pendopo Lokatantra Lamongan.

“Pejabat yang baru dilantik tentu ada promosi, ada mutasi, yang semua itu sudah dipertimbangkan secara matang, baik kapabilitas, kemampuan, loyalitas, dan segala hal, yang semata-mata untuk kepentingan organisasi, yaitu untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, yakni pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan publik,” tutur Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur Efendi.

Baca juga :   Penuntasan Infrastruktur Selatan dan Layani Warga, Tandai Tiga Tahun Kepemimpinan Yes-Bro

Terlebih, kata dia, secara on the track, manajemen Pemkab Lamongan telah terlaksana dengan baik melalui dari capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) empat kali berturut-turut dengan nilai A. ”Sekali lagi, segera menyesuaikan diri di tempat yang baru dan beri pelayanan yang maksimal untuk masyarakat,” kata Pak Yes.

Kabupaten Lamongan, kata Pak Yes, juga mendapat nilai tertinggi Monitoring Center for Prevention (MCP) se-Jawa Timur serta nomor tiga besar tertinggi nasional, sebagai Kabupaten dengan predikat WTP lima kali berturut turut, dan lain sebagainya. Hal itu sebagai cerminan serta pemacu pejabat daerah untuk terus mengikuti tren positif tersebut melalui pengembangan kapasitas dan kapabilitas.

Baca juga :   Kembangkan Potensi Sari Laut, Rajungan Lamongan Jadi Bahan Baku Utama Ekspor

Selain itu, Pak Yes juga mengingat maraknya bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. Karena itu, Pak Yes mengajak seluruh pejabat daerah untuk menanamkan Inisiatif, Kolaboratif, dan Inovatif (IKI) dalam mengantisipasi dan menangani bencana alam di Lamongan.

”Dengan inovasi ini, kita terus mencari hal-hal yang baru, bukan yang sama sekali belum pernah ada. Jadi, inovasi ini bisa semangatnya, motivasinya, atau cara-cara kita menangani. Itulah yang harus terus kita lakukan, sebagai pedoman dalam menjalankan tugas-tugas, untuk mencapai tujuan dari didirikannya negara maupun pemerintahan daerah ini bisa sukses dan kembali kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” pungkas Pak Yes. (*)

Baca juga :   Kerja Bareng Kodim, Jaga Stabilitas Sosial hingga Ketahanan Pangan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *