INDOSatu.co – LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengikuti panen raya serentak bersama 14 provinsi secara zoom yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, di Desa Deketwetan, Kecamatan Deket, Lamongan, Senin (7/4).
Dalam panen raya yang dilaksanakan bersama Bulog, Forkopimda, dan petani tersebut, Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, memastikan bahwa harga jual gabah stabil saat panen raya.
“Harganya alhamdulillah sudah Rp 6.500. Akan terus kita carikan solusi agar harga gabah bisa sesuai ketetapan pemerintah,” ujar Pak Yes.
Untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani, Pemkab Lamongan bekerja sama dengan Bulog untuk penyerapan gabah. Meski demikian, kata Pak Yes, saat ini Bulog masih dalam masa transisi sistem dari penyerapan beras menjadi penyerapan beras dan gabah, sehingga terdapat kendala pada tampungan gudang.
“Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah, dan memang Bulog juga terus mencarikan solusi karena ada keterbatasan pada gudang, pengiringan, dan berbagai hal yang terus diatasi,” imbuh Pak Yes.
Sementara itu, penyediaan bibit unggul, Pemkab Lamongan bekerja sama dengan Kodim 0812 Lamongan untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.
“Kita bantukan kepada petani bibit PJM 01 dan sudah kita sebar di seluruh Kabupaten Lamongan. Harapannya, produksi padi bisa lebih hanyak dari tahun kemarin 1,3 juta ton. Ini realitanya. Kalau BPS lebih dari 800 ton produksi padi, menempatkan Lamongan nomor satu di Jawa Timur,” kata Pak Yes.
Komitmen Pemkab Lamongan pada swasembada pangan akan terus diperkuat dan didukung dengan melengkapi bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) untuk petani setempat.
Brigjen (Purn) Edy, selaku LO Bulog Jawa Timur mengungkapkan, Bulog Jawa Timur ditargetkan penyerapan gabah setara dengan beras. Artinya, target beras dan gabah sebanyak 593.000 ton. Sedangkan, target penyerapan di Lamongan hingga bulan April sebanyak 7.600 ton. Hingga saat ini telah terserap 6.300 ton atau 82,71 persen.
“Target ini masih jauh, karena ada keterbatasan pada gudang dan lainnya. Tapi kami terus berusaha menjamin penyerapan hasil pertanian, paling tidak dengan kita turun langsung ke petani menetapkan harga Rp 6.500 ini mengangkat harga dipasar tidak seperti tahun sebelumnya,” ujarnya. (*)





