INDOSatu.co – PURWOREJO – Muhammadiyah harus menjadi orang tua dan menjadi rumah untuk semua. Jangan menjadi pendukung yang bucin, fanatik, (kalau jadi pendukung) biasa-biasa saja. Silaturrahmi jangan menjadi rusak hingga selesainya perhelatan politik 2024.
Statemen tersebut disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti saat menghadiri acara Silaturrahmi dan Halalbihalal Keluarga Besar Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Eks Karesidenan Kedu di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo, Ahad (14/5).
Momentum tahun politik 2024, menurut Mu’ti, harus disikapi dengan biasa-biasa saja, tidak perlu sampai ikut larut, bahkan sampai menarik dan mengulur Muhammadiyah supaya ikut menyatakan dukungan ke calon ini dan itu.
”Sebagai ormas keagamaan, Muhammadiyah beserta warganya tidak perlu ikut-ikutan pusing melihat kontestasi yang terjadi menjelang Pemilu 2024. Sebab, sudah ada partai politik (Parpol) yang memang menjadi medan garapnya,” kata Mu’ti dikutip dari muhammadiyah,or.id Senin (15/5).
Pesan persatuan tersebut, disampaikan Mu’ti bukan hanya kepada internal warga Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Sebab, hajatan lima tahunan Pemilu kerap kali melahirkan perpecahan.
Khususnya kepada Muhammadiyah di setiap level kepemimpinan, pesan Mu’ti, supaya tetap menjadi ‘orang tua dan rumah untuk semua’, dalam konteks Pemilu 2024. Karena telah jelas disebutkan dalam Khittah-nya, Muhammadiyah memang tidak boleh ikut berpolitik praktis.
Guru Besar Bidang Pendidikan Islam ini juga mengapresiasi acara silaturahmi keluarga besar Muhammadiyah se-Eks Karesidenan Kedu yang telah berjalan selama 41 tahun, dan selalu padat karena diikuti ribuan jamaah. Sebelum pandemi Covid-19, kegiatan ini diikuti lebih dari 20.000 jamaah, namun saat ini dibatasi 11.000 an jamaah.
“Ini sebuah perhelatan akbar untuk meningkatkan silaturrahim, meningkatkan sinergi dan kerja sama diantara seluruh jaringan dan kekuatan Muhammadiyah ‘Aisyiyah dan Angkatan muda Muhammadiyah se karesidenan Kedu,” ungkap Mu’ti.
Selain pesan menjelang tahun politik 2024, Mu’ti juga berpesan supaya dalam bermuhammadiyah dilakukan secara dewasa. Lebih-lebih dalam permusyawaratan untuk menentukan pimpinan.
“Kita berorganisasi secara dewasa bermusyawarah dengan arif dan bijaksana dan kita dudukkan bagaimana Muhammadiyah ‘Aisyiyah ini bermusyawarah dengan keadaban yang tinggi sebagai bagian dari uswah untuk menunjukkan Muhammadiyah adalah organisasi yang menjunjung tinggi persatuan bangsa dan negara,” jelasnya. (*)



