Pramono dan JK Terjun Langsung Ikut “Gerakan Jaga Jakarta Bersih”

  • Bagikan
PEDULI LINGKUNGAN: Ketua Umum PMI Pusat (kaos putih) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (dua dari kiri) saat turun langsung ikut bersih-bersih dalam Gerakan Jaga Jakarta Bersih, pada Ahad (8/2).

INDOSatu.co – JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M. Jusuf Kalla memimpin langsung kegiatan kerja bakti besar bertajuk Gerakan Jaga Jakarta Bersih di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2).

Aksi tersebut digelar serentak di lima wilayah administrasi Jakarta sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meminimalkan risiko banjir yang menjadi rutinitas tahunan.

Pramono menegaskan, gerakan tersebut merupakan wujud sinergi berbagai elemen, termasuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PMI Pusat selaku penggagas kegiatan. Dalam pelaksanaannya, PMI turut menyuplai berbagai perlengkapan kebersihan yang digunakan oleh para peserta di seluruh penjuru ibu kota.

“Pembersihan dilakukan bersamaan di seluruh wilayah Jakarta. Total peserta yang terlibat mencapai lebih dari 171 ribu orang,” ujar Pramono.

Baca juga :   Silaturrahmi, Gus Yahya Ingin NU-Muhammadiyah Bisa Kerja Sama Lebih Erat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut memantau kegiatan serupa di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia menyampaikan bahwa gerakan bersih-bersih ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur, khususnya untuk menghadapi masa peralihan cuaca yang rawan memicu penyakit dan genangan air.

Menurut Rano, fokus utama kegiatan adalah membersihkan saluran air, menghilangkan sumbatan sampah, serta memperbaiki kondisi sungai agar aliran air tetap lancar. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pencegahan penyakit demam berdarah yang kerap meningkat saat perubahan musim.

“Hampir 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut dikerahkan di 66 titik prioritas. Kegiatan ini dijalankan sesuai Instruksi Sekda Nomor 2 Tahun 2026,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Pusat M. Jusuf Kalla mengingatkan, bahwa persoalan kebersihan, terutama pada saluran air, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menilai peran aktif warga menjadi kunci utama dalam mencegah banjir di Jakarta.

Baca juga :   Anggap Bis Tak Bisa Masuk JIS Hanya Drama. Iwan Bule: Rumput JIS Penuhi Standar FIFA

Menurut JK, banjir terjadi ketika kapasitas aliran air tidak seimbang dengan volume air yang masuk. Karena itu, sungai, gorong-gorong, dan selokan harus dijaga kebersihannya secara rutin, dimulai dari lingkungan terkecil.

“Setiap rumah cukup meluangkan waktu satu jam dalam seminggu untuk membersihkan selokan di depannya. Kalau semua warga bergerak bersama, Jakarta bisa terbebas dari banjir,” ujarnya. Ia juga mengajak dunia usaha untuk ikut berkontribusi karena dampak banjir dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk sektor bisnis.

Gerakan Jaga Jakarta Bersih tingkat kota digelar di sejumlah titik strategis, di antaranya Cempaka Putih di Jakarta Pusat, Pintu Air Cipinang Melayu di Jakarta Timur, Inspeksi Kali Ciliwung di Jakarta Selatan, Jalan Pulau Nangka di Jakarta Barat, serta Danau Bisma di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca juga :   Projo Gelar Rakernas, Jokowi dan Para Ketua Umum Parpol KIM Hadir di Indonesia Arena GBK

Kegiatan ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN), tenaga PJLP, tenaga ahli di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, petugas kebersihan, PPSU, serta masyarakat dari tingkat kota hingga kelurahan. Total ASN yang terlibat mencapai 67.772 orang, PJLP 81.221 orang, petugas Dinas Lingkungan Hidup 2.920 orang, serta PPSU dan petugas SDA sebanyak 19.221 orang.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PMI menyalurkan ribuan perlengkapan kebersihan, antara lain 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung sampah. Setiap kota administrasi menerima bantuan secara proporsional untuk mendukung kelancaran kegiatan bersih-bersih tersebut. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *