Sampaikan Aspirasi ke Ketua DPD RI, Aliansi Rakyat Menggugat: Negara Dikuasai Oligarki

  • Bagikan
SAMPAIKAN ASPIRASI: Suasana silaturrahim para aktivis Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) saat diterima Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di rumah dinas ketua DPD RI di kawasan Kuningan, Jakarta.

INDOSatu.co – JAKARTA – Aktivis Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) mendatangi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Kediaman Ketua DPD RI, kawasan Kuningan, Jakarta. Mereka menyampaikan aspirasi terkait laju perjalanan bangsa yang telah dikuasai oleh oligarki.

Pada pertemuan itu, Ketua DPD RI didampingi Senator asal Aceh, Fachrul Razi. Sementara dari ARM yang hadir adalah sejumlah Presidium, di antaranya Menuk Wulandari, Ida Nurhaida, Tita, Silvia Christie, Esa, dan Nico Silalahi.

Presidium ARM, Nico Silalahi, mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi harapan yang bisa diandalkan untuk menyalurkan aspirasi rakyat selain DPD RI.

“DPR sudah tidak bisa diharapkan lagi. Saat ini, negara kita sudah dibajak oligarki. DPD RI adalah palang pintu untuk menghalau hal tersebut dan sebagai satu-satunya saluran aspirasi rakyat,” kata Nico, Selasa (3/5).

Baca juga :   Senator Jawa Tengah Respon Positif Pemilihan Pimpinan DPD Gunakan Sistem Paket

Dikatakan Nico, tersumbatnya saluran hak politik rakyat untuk dipilih sebagai kandidat Presiden dan Wakil Presiden adalah salah satu bukti bahwa oligarki sudah mencengkeram begitu kuat bangsa ini.

“Hak rakyat tak diberikan dalam mencalonkan diri, selain calon yang disodorkan oleh partai politik dan gabungan partai politik. Tentu ini sangat mencederai konstitusi kita,” kata Nico.

Ida Nurhaida, Presidium ARM lainnya, menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar konsolidasi nasional di depan Gedung DPR RI untuk menyampaikan sejumlah tuntutan mereka.

Baca juga :   Temui LaNyalla, PPRI Magetan Minta Perlindungan. Begini Kronologinya...

“Sekitar 30 ribu buruh korban PHK akibat pemberlakuan Omnibus Law sudah siap untuk bergabung. Kita harus luruskan kembali arah bangsa yang sudah melenceng jauh,” kata Ida.

Sementara itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, sependapat bahwa arah perjalanan bangsa ini mesti diluruskan karena sudah melenceng jauh dari konstitusi.

“Namun, cara-cara yang ditempuh juga harus sesuai dengan Undang-Undang. Jangan sampai kita mau meluruskan arah perjalanan bangsa ini dengan cara-cara yang inkonstitusional,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, sebagai bagian dari rakyat, ARM mempunyai hak melekat yang tak dapat diganggu-gugat untuk mengontrol jalannya pemerintahan.

Baca juga :   Terkait Kasus Korupsi Ekspor CPO, LaNyalla: Bukti Kerakusan Oligarki Sawit

“Tapi sekali lagi, harus konstitusional. ARM juga punya hak untuk mengontrol laju jalannya pemerintahan. Justru bagi saya, seharusnya kita berterimakasih terhadap semua elemen yang melakukan kontrol terhadap pemerintah, karena kepedulian itu masih ada,” kata LaNyalla.

Sebagai Pimpinan Lembaga Negara, LaNyalla mengaku menjalankan amanah sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat. Sejauh ini, kata LaNyalla, sudah banyak aspirasi yang diterima oleh DPD RI.

“Ada banyak sekali aspirasi yang kami terima dan tampung. Kami akan meneruskan aspirasi itu kepada pemerintah, termasuk apa yang disampaikan oleh Presidium ARM hari ini (Selasa, ¾),” tutur LaNyalla. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *