Sisi Gelap Gelaran Pilkada Jakarta, Faizal: Mega, Jokowi, Puan dan Pramono Bertipu-ria

  • Bagikan
SALING SANDERA: Pemerhati Politik dan Kritikus, Faizal Assegaf menilai, para politisi PDIP sedang melakukan akrobatik yang ujung-ujungnya tetap membodohi dan mengelabuhi publik.

INDOSatu.co – JAKARTA – Pemerhati Politik dan Kritikus, Faizal Assegaf mengungkap intrik dan dusta kawanan politisi PDIP terus mewarnai ruang publik. Tiada hari tanpa kebohongan. Mereka tak ubahnya seperti menyajikan akrobat dengan menampilkan para badut, meski gonta-ganti topeng. Tujuannya, kata Faizal, tetap sama. Yakni untuk mengelabui publik.

”Tentang peran Jokowi mewakili watak gelapnya PDIP, muncul dari selokan pemufakatan licik. Jokowi adalah produk unggulan politik kobohongan yang sangat menyeramkan. Mega dan PDIP berperan besar sebagai promotor politik,” kata Faizal kepada INDOSatu.co, Sabtu (31/8) malam.

Baca juga :   Ramai Jadi Sorotan Publik, Asep Akui KPK Selidiki Kasus Whoosh

Tidak hanya Jokowi, ungkap Faizal, bakat memalukan itu juga dilakoni Puan Maharani, Hasto Kristiyanto dan para ultra loyalis di lingkar Ketum PDIP. Tanpa lelah dan sangat lihai, kata Faizal, mereka mempromosi politik tipu-tipu di panggung politik nasional.

Kata Faizal, hampir 10 tahun, baik Jokowi, Megawati, Puan dan PDIP saling berbagi peran membodohi rakyat. Dengan mengusung jargon wong cilik, segala modus kelicikan dimainkan.

”Walhasil, wabah korupsi tumbuh subur, tatatan negara diobrak-abrik tanpa etik dan menghilangkan akal sehat,” tukas aktivis 98 itu.

Negara dan rakyat, kata Faizal, seolah menjadi lapak empuk permainan politik kotor dan sangat rakus. Di lingkar keluarga inti Jokowi dan Megawati tak lepas dari dugaan skandal. ”Demi nafsu kekuasaan dan kedigdayaan dinasti,” beber Faizal singkat.

Baca juga :   Massa Bubarkan Diskusi Selamatkan Partai Golkar, Jurnalis Jadi Korban Kekerasan

Yang memprihatinkan, kata Faizal, mereka tidak peduli halal atau haram, moral atau amoral. Semua etika dan nilai-nilai demokrasi dihancurkan. Dua keluarga dinasti ini semakin buas dan bebas bertindak bobrok. Karena itu, wajar bila memicu kegusaran rakyat dan mahasiswa.

Kini, di tengah arus besar gerakan demo mahasiswa, Mega, Jokowi, Puan dan Pramono Anung tampil sombong. Dansa-dansi di panggung Pilgub DKI Jakarta. Memamerkan perselingkuhan politik paling menjijikan.

Baca juga :   Deklarasi, Rhoma Irama Dukung dan Ajak Penggemar Coblos untuk Anies-Muhaimin (AMIN)

Menurut Faizal, rakyat berharap Pilgub Jakarta bisa menghadirkan calon pemimpin yang jujur, amanah dan visioner. Tapi, bagi PDIP dan Istana, justru menjadi lorong gelap persekutuan politik jahat dinasti Megawati dan Jokowi.

Walhasil, sangat terlihat jelas, Pramono gembala Puan lantaran suaminya diduga terlibat skandal korupsi BTS. Ihwal itu membikin Jokowi dan Megawati saling menyandera.

”Aneka dugaan kejahatan korupsi menjadi perekat kepentingan. Dinasti politik mabuk kekuasaan dan bertipu-ria…!,” pungkas Faizal. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *