Sorot Dewan Perdamaian, Jusuf Kalla: Kok Palestina Tak Dilibatkan?

  • Bagikan
BERPIKIR CERMAT: Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) M. Jusuf Kalla menyoroti tidak dilibatkannya Palestina dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.

INDOSatu.co – JAKARTA – Tidak dilibatkannya Palestina dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace=BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump mengundang keprihatinan Tokoh Perdamaian, Muhammad Jusuf Kalla. JK, sapaan akrab Jusuf Kalla meminta agar Indonesia bisa mendorong Palestina dilibatkan dalam Dewan Perdamaian tersebut.

JK lalu menganalogikan, jika ingin memperbaiki sebuah kampung, maka orang dalam kampung tersebut harus terlibat. ”Jangan orang yang berdamai (Palestina dan Israel) tidak dilibatkan, jadi bukan hanya negara besar (yang ada di Dewan Perdamaian) tapi harus melibatkan Palestina dan juga Israel duduk di situ (di Dewan Perdamaian),” kata JK kepada wartawan saat menghadiri Paragon Community Hub, Jakarta, Ahad (25/1).

Baca juga :   Partai Ummat Kecam Satu Parpol yang Coba Gagalkan Verifikasi Faktual Ulang

Menurut JK, Indonesia harus mendorong agar Donald Trump sebagai penggagas dewan tersebut bisa melibatkan Palestina. Jangan sampai, ujar dia, Dewan Perdamaian itu hanya melibatkan negara-negara besar. ”Bagaimana membangun dan menegakkan negaranya kalau ia (Palestina) tidak terlibat,” ujar pria yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Imam Addaruqutni berharap, kehadiran Indonesia justru dapat menjadi penyeimbang agar Dewan Perdamaian bersikap lebih adil dan tidak mengabaikan perjuangan rakyat Palestina.

Imam mengatakan, bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian termasuk sesuatu yang agak kontroversial. Dia berharap, masuknya Indonesia di dewan tersebut bisa membuat lembaga bentukan Donald Trump itu tak sembarangan dalam mengambil keputusan.

Baca juga :   Pekan Ini, Pemerintah Gratiskan 300 Ribu Paket Obat Covid

“Mudah-mudahan dengan adanya Indonesia (di Dewan Perdamaian), Dewan Perdamaian itu tidak sampai menganggap bahwa Palestina tidak ada,” kata Imam.

Ia menambahkan, dari sudut pandang tersebut, kehadiran Indonesia di Dewan Perdamaian diharapkan bisa tetap membela Palestina dari sana. Sebagaimana diketahui, Indonesia sangat konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

“Jadi sisi positifnya, (dari dalam Dewan Perdamaian) Indonesia bisa memberikan suara yang lebih adil untuk langkah-langkah yang diambil Dewan Perdamaian,” ujar Imam.

Akan tetapi, Imam menyoroti bahwa negara Palestina tidak ada dalam Dewan Perdamaian. Padahal, Dewan Perdamaian di antara agendanya membahas Gaza dan Palestina. Jadi yang bermasalah dan jadi kontroversi adalah Palestina tidak ada di dalam dewan tersebut.

Baca juga :   Gol Romeny Kalahkan Bahrain 1-0, Indonesia Jaga Peluang di Piala Dunia

Namun, Imam menegaskan, tetap yakin dengan kegigihan Presiden Prabowo Subianto dalam membela Palestina. Mari kita doakan, Indonesia bisa mencegah agar Dewan Perdamaian itu tidak selalu membenarkan apa yang dilakukan Israel.

“Mudah-mudahan (Indonesia bersama Dewan Perdamaian) menyuarakan yang adil tentang masalah (Gaza dan Palestina),” kata dia.

Imam juga menilai bahwa adanya Dewan Perdamaian sedikit melecehkan eksistensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam konteks penyelesaian konflik di Gaza dan Palestina.

Ia berharap dan berdoa agar Indonesia dari dalam Dewan Perdamaian bisa mencegah Amerika Serikat (AS) melakukan standar ganda. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *