Sumpah 112 Dokter Baru, Rektor UMY: Beri Manfaat Lebih untuk Sesama

  • Bagikan
PROFESI MULIA: Pelantikan 112 dokter baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berlangsung di Sportorium UMY pada Senin (26/5).

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Menjaga etika profesi dan menerapkan nilai-nilai Islam pada praktik kedokteran merupakan kunci utama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang bermartabat. Lebih dari sekedar tugas medis, profesi dokter juga dapat dikatakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, negara, dan agama dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. dr. Sri Sundari, M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode LXXXIV (84) di Gedung Sportorium UMY, Senin (26/5). Dia menegaskan, menjadi seorang dokter artinya mengemban tanggung jawab profesi yang sangat besar dan perlu dilandasi dengan nilai-nilai keislaman.

Berada dalam dunia kerja, kata Sundari, profesi dokter juga dituntut untuk masuk ke dalam dunia pengabdian. Bahkan, dunia pengabdian pada bidang atau keilmuan kesehatan justru menjadi yang paling utama, terlepas nantinya sebagai dokter baru akan mendapatkan nafkah dari profesi tersebut.

Baca juga :   Didepan Dewan Pendiri, Nurmandi: UMY Ajukan 13 Prodi Dokter Spesialis Baru

”Jadi, harapannya ketika kalian bekerja, semata-mata tidak hanya untuk mencari nafkah saja, tetapi juga dengan memberikan kebermanfaatan bagi sesama,” jelas Sundari.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter kepada 112 dokter baru ini dinilai Sundari sebagai tonggak awal dalam kehidupan, sehingga integritas, kedisiplinan, serta etika profesi menjadi fondasi untuk melangkah ke jenjang selanjutnya dan bisa terus berdampingan dengan masyarakat.

“Lulusan manapun, tentunya harus memiliki sikap yang baik. Terlebih lagi kalian adalah lulusan UMY sebagai salah satu perguruan terbesar Muhammadiyah dan memiliki “nafas” ke-Islaman. Karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi kalian untuk menerapkan nilai Islam dalam setiap menjalani langkah kehidupan dan tanggung jawab profesi sebagai seorang dokter baru,” pungkasnya.

Baca juga :   Jadi Pembicara Talk Show, Prapto Yakinkan Bojonegoro Itu Kabupaten Luar Biasa

Sementara itu, Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc menyebutkan, momentum sumpah dokter ini bukan akhir dari perjalanan dari 112 dokter baru UMY. Namun, masih ada banyak peluang yang bisa dijajaki, di mana peluang pengembangan karir di bidang kedokteran pun tidak hanya terbatas pada jenjang spesialis semata.

“Masih banyak jalur lain yang dapat dijajaki oleh para dokter baru. Pertama adalah jalur manajemen dengan melanjutkan studinya pada magister manajemen rumah sakit. Umumnya para dokter yang melanjutkan studinya pada magister manajemen rumah sakit banyak berperan sebagai direktur rumah sakit atau kepala dinas kesehatan. Kedua, pada jalur akademik atau dosen,” ungkap Nurmandi.

Baca juga :   Lewat Beasiswa Pemkab, Putra-Putri Daerah Berkontribusi Tingkatkan SDM di Bojonegoro

Lebih lanjut, Nurmandi menyoroti adanya ketidakmerataan penyebaran dokter di berbagai wilayah di Indonesia. Pasalnya daerah terpencil dan tertinggal belum mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai akibat dari keterbatasan tenaga medis.

Muhammadiyah melalui UMY mendirikan FKIK, kata Prof. Nurmandi, tujuannya adalah agar bisa memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat secara universal.  Karena itu, sebagai dokter yang baru dilantik, Nurmandi berharap agar para dokter tidak hanya terpaku pada praktik di kota-kota besar saja. Namun, bisa memberikan manfaat lebih ke segala lapisan masyarakat.

”Tentunya dengan menerapkan nilai keislaman yang telah dibekali selama lima tahun pendidikan,” pungkas Prof. Nurmandi. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *