INDOSatu.co – TEHERAN – Tengara terjadinya spionase di tubuh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), mendekati kebenaran. Terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dalam serangan rudal Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/3) mengonfirmasi suksesnya penyuspan Mossad (agen intelejen Israel) di lingkaran IRGC.
Dilansir dari AzerNEWS, Rabu (4/3), kabar terkini, otoritas Iran telah menangkap Komandan Angkatan Bersenjata Quds dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigjen Esmail Qaani. Qaani ditangkap karena dituduh melaksanakan aktivitas spinonase membantu agen intelijen Israel, Mossad.
Qaani belakangan menuai kecaman dari publik Iran karena diduga sebagai pejabat tinggi IRGC terakhir yang bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebelum peristiwa pembunuhan oleh serangan bom oleh AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
Tidak hanya kasus terbunnhnya Ali Khameneni, Qaani juga menjadi pejabat terakhir yang bertemu pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah sebelum Nasrallah terbunuh lewat serangan Israel. Menurut sumber AzerNEWS, penahanan terhadap Qaani dilaksanakan oleh IRGC. Namun, hingga kini, laporan itu belum dikonfrmasi oleh otoritas Iran.
Terbunuhnya Ali Khamenei sesungguhnya bukan karena kecanggihan teknlogi Amerika Serikat maupun Israel sebagaimana digembar-gemborkan Presiden Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu dalam mengintai pergerakan para pemimpin dan elit militer Iran, tetapi lebih karena terjadinya pembusukan dari dalam yang akhirnya terdeteksi spionase itu ternyata elit IRGC sendiri.
IRGC pada Senin (2/3/2026), mengatakan bahwa, setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengonfirmasi akan melakukan serangan balik kepada AS dan Israel. IRGC juga bersumpah akan membuat musuh-musuh Iran tidak akan lagi aman bahkan di rumah mereka sendiri sekalipun.
“Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri,” kata IRGC seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.
Iran akan terus melawan Israel dengan segenap kekuatannya sampai kemenangan tercapai, tambah pernyataan tersebut. Pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Serangan itulah yang menyebabkan Ayatollah Khamenei meninggal dunia bersama dengan beberapa pejabat senior pemerintah dan militer Iran. Iran telah telah melakukan serangan balik dan menghancurkan pangkalan militer AS di semua negara di kawasan Teluk.
Yakni Pangkalan Militer AS di Bahrain, UEA, Kuwait, Qatar, Yordania, Arab Saudi dan negara sekutu AS lainnya. Negara Israel yang menjadi musuh utama Iran, wilayahnya di bagian utara hingga selatan dihujani rudal, terutama di kawasan Tel Aviv dan Jerusalem, termasuk kantor PM Israel Benjamin Netanyahu. (*)



