TNI Buka Ruang Konflik dengan HAMAS, Rizal: Jika Kirim Pasukan ke Gaza

  • Bagikan
JADI MARTIL: Pasukan TNI yang akan mengirim pasukan ke Gaza, Palestina merupakan strategi halus Amerika dan Israel untuk menjaga perdamaian semu di Gaza, Palestina.

INDOSatu.co – JAKARTA – Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M. Rizal Fadillah mengingatkan Indonesia tidak boleh jumawa ketika ditunjuk sebagai Deputy Commander ISF di bawah Commander USA MG Jasper Jeffers untuk mengirim pasukan TNI ke Gaza, Palestina.

Rizal menilai, dalam konpirasi politik global, dunia sangat paham bahwa Amerika adalah Israel besar. Board of Peace (BoP) merupakan wadah kepentingan Israel dan Amerika di Gaza. Dalam peta “BoP : International Stabilization Force” 8000 pasukan TNI akan ditempatkan di Zona Rafah.

Dalam pengamatan Rizal, misi International Stabilization Force (ISF) ada 5 (lima), yaitu pelucutan senjata (weapons collection), penghancuran terowongan (tunnel destruction), pengamanan zona (security zones), embargo persenjataan (arms embargo), dan pelatihan kepolisian (police training).

”Tiga dari lima misi tersebut rentan mendapat perlawanan dari Harakah Muqawwamah al Islamiyah (HAMAS) atas pihak manapun, yakni pelucutan senjata, penghancuran terowongan, dan embargo senjata,” kata Rizal dalam rilis yang ke INDOSatu.co, Ahad (22/2).

Baca juga :   Anggap Jokowi Lucu Siap Beri Maaf, Rizal: Publik Makin Yakin Ijazahnya Palsu

Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF, kata Rizal, harus memenuhi kemauan Komandan Amerika. Di sinilah masalah itu menghadang. Israel sendiri mensyaratkan perdamaian hingga adanya rekonstruksi jika pelucutan telah dilakukan. Tentu dibarengi penghancuran terowongan dan embargo senjata.

Dengan komposisi tersebut, Rizal menilai betapa sulitnya posisi Indonesia. Menentang kemauan ISF sama dengan keluar dari kesepakatan BoP. Menjalankannya, disadari atau tidak, harus berhadapan dengan pasukan HAMAS. ”Itu konsekuensi logis yang tidak bisa dihindari,” kata Rizal.

Bergabung dengan organ kepentingan AS-Israel, ungkap Rizal, sesungguhnya membuat Indonesia telah melenceng dari prinsip politik bebas aktif. Bahkan, secara tidak langsung telah pula mengkhianati perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Tipu-tipu perdamaian ala Amerika itu bukan saja berefek tumpahan darah warga Gaza, tetapi juga negara lain termasuk ke depan tentara Indonesia.

Baca juga :   Masuki Abad Kedua, Presiden Jokowi Yakin NU Bakal Tumbuh Makin Kokoh

”Israel sedang memainkan strategi perisai atas negara-negara ISF di Gaza yang diinisiasi Amerika Serikat itu,” tukas Rizal.

Belum lagi, kata Rizal, rekonstruksi Gaza ke depan yang kelak terbangun, apakah benar akan menjadi pemukiman warga Gaza kembali? Atau seperti di Tepi Barat yang menjadi area perluasan pemukiman Yahudi? Bukankah misi Israel itu pengusiran warga Gaza? Disini ada misteri atau labirin rekonstruksi.

”Mengenyampingkan keterlibatan Palestina dalam skema perdamaian Gaza adalah kezaliman. Dipastikan HAMAS akan terus melawan,” kata Rizal.

Rizal menilai, Presiden Prabowo telah menginjak-injak Konstitusi dan terjebak oleh permainan halus dan sistematis Amerika-Israel di kancah global. BoP benar-benar akan menjadi Blood of Peace, bukan Board of Peace.

Baca juga :   Eggi di Simpang Jalan, Rizal: Jangan Salahkan Jika Disebut Pengkhianat

Board of Peace (BoP), diyakini Rizal bukan jalan untuk kemerdekaan bangsa Palestina. Menempatkan 8000 pasukan TNI telah ditolak HAMAS, yang merupakan para pejuang kemerdekaan Palestina akan membuka ruang konflik. TNI tanpa mandat PBB akan dianggap legiun asing yang sedang menjalankan misi penjajah Israel.

Prabowo yang bermain api di luar negeri akan terbakar di dalam negeri. Dibakar oleh rakyatnya sendiri yang cinta kemerdekaan. Seruan “Free Palestine, go to hell Israel” terus membesar dan membakar. Ambisi Prabowo akan hangus oleh kebodohannya sendiri. ”Ia (Prabowo, Red) pemimpin gemoy yang plin plan, lemah, dan gila puji,” pungkas Rizal. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *