Samia Hassan Dilantik Jadi Presiden, Internet di Seluruh Negeri Dimatikan

  • Bagikan
AMANAT RAKYAT: Samia Suluhu Hassan dilantik menjadi Presiden Tanzania setelah memenangi Pilpres dengan kemenangan suara mutlak. (foto: tangkapan layar AFP)

INDOSatu.co – TANZANIA – Samia Suluhu Hassan resmi kembali dilantik untuk masa jabatan baru sebagai presiden Tanzania pada Senin (3/11). Samia Hassan memenangi Pilpres Tanzania pada Rabu (29/10) dengan raihan 98 persen suara.

Padahal, usai coblosan Pilpres, ratusan pendukung partai oposisi dilaporkan tewas dalam protes menyusul kemenangannya dalam pemilu. Protes terjadi karena negara dinilai diskriminatif lantaran dua penantang utamanya didiskualifikasi dari pencalonan.

Samia Hassan, berkuasa pada 2021 setelah meninggalnya Presiden John Magufuli, pendahulunya, sehingga ia dilantik menggantikan Magufuli menjadi presiden. Dalam Pilpres minggu lalu, dengan perolehan 98 persen suara sah rakyat Tanzania memilih Samia Hassan.

Baca juga :   Rakyat Israel Kembali Demo, Minta Damai dan Bebaskan Sandera

Dilansir AFP, mengenakan jilbab merah dan kacamata hitam, Samia Hassan mengambil sumpah jabatan sebagai presiden. Tangan kanannya memegang Alquran, sedang tangan kirinya memegang teks sumpah presiden. Pelantikan Samia Hassan digelar dalam sebuah upacara di pangkalan militer di ibu kota administratif Dodoma.

Sebelumnya, lembaga penyiaran nasional negara bagian mengatakan masyarakat tidak akan menghadiri acara tersebut. Tetapi hal itu tidak menghalangi pelantikan salah satu presiden wanita terkuat di daratan Afrika itu.

Baca juga :   Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf Masuk Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Samia Hassan, 65, hanya bersaing dengan kandidat dari partai kecil setelah penantang utamanya dari dua partai oposisi terbesar didiskualifikasi dari pencalonan.

Protes keras meletus selama pemungutan suara Rabu lalu, dengan beberapa demonstran membakar gedung-gedung pemerintah dan polisi menembakkan gas air mata serta tembakan. Saat Samia Hassan dilantik pada Senin itu, internet di negara tersebut dimatikan.

Baca juga :   Saling Klaim, Taliban Ambil Alih Pos Strategis di Panjshir

Partai oposisi utama mengonfirmasi ratusan orang tewas dalam protes Pilpres Tanzania. Kantor hak asasi manusia PBB juga mendapatkan laporan yang kredibel menunjukkan bahwa sedikitnya 10 orang juga menyusul tewas di tiga kota lainnya.

Meski demikian, Pemerintah menepis angka kematian pihak oposisi sebagai “sangat dibesar-besarkan”. Padahal, angka jumlah korban tidak dapat segera diverifikasi. ”Jangan percaya, itu hanya klaim orang yang kalah Pilpres semata,” kata pejabat pemerintah. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *