Trump Minta Iran Menyerah, Presiden Pezeshkian: Hanya Mimpi

  • Bagikan
RESPON TEGAS: Presiden Iran Masoud Pezeshkian merespon pernyataan Donald Trump yang meminta agar Iran menyerah tanpa syarat dan tidak terus menyerang aset AS dan Israel.

INDOSatu.co – WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump makin kehilangan kendali. Presiden yang juga taipan kelas kakap itu menuntut agar Iran menyerah tanpa syarat dan meminta Teheran tidak terus menyerang Israel dan aset AS di wilayah Teluk dengan drone dan rudal.

Permintaan Trump tersebut sangat dimaklumi karena AS dan Israel sudah merasa kewalahan menghadapi Iran yang siap menghadapi perang yang didahului oleh AS dan Israel itu. Karena itu, tak heran berbagai manuver dan propaganda diluncurkan dengan harapan Iran mau ke meja negosiasi.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, mengatakan bahwa AS dan Israel tidak mengenal batas merah dalam melakukan kejahatan mereka terhadap Iran. AS dan Israel justru mengebom daerah-daerah sipil yang padat penduduk. 

Sedikitnya 1.332 orang dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel terhadap Iran sejak dimulainya perang pekan lalu, dan gelombang baru pemboman intensif menghantam ibu kota Iran pada Sabtu pagi.

Baca juga :   Ditengah Ketegangan Iran-Israel, Netanyahu Dikabarkan Tewas

Para ahli di PBB saat ini menyerukan penyelidikan independen atas serangan AS dan Israel terhadap sekolah putri di Minab, Iran, yang menewaskan 165 siswi pekan ini. Seruan ini muncul di tengah laporan media yang menyebutkan bahwa militer AS barus mempertanggungjawabkan atas serangan tersebut.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian tidak menggubris ocehan Trump. Pezeshkian menolak seruan Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat.  Pezeshkian justru menganggap pernyataan Trump sebagai sebuah “mimpi” yang sulit terwujud.

Meski demikian, Pezeshkian secara ksatria menyampaikan permintaan maaf kepada semua negara di Kawasan Teluk yang menjadi target serangan Iran. Pezeshkian mengatakan, bahwa Iran bukan menyerang negara tetangga, melainkan hanya ingin menghancurkan aset AS yang sombong itu.

Baca juga :   Tampak Kurus dan Baju Longgar, Kim Jong-un Muncul di Publik

Dilansir Al Jazeera, dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan di televisi pemerintah pada hari Sabtu, Presiden Iran, Pezeshkian mengatakan, bahwa negara itu tidak akan pernah menyerah, dan menanggapi pernyataan Presiden AS pada Jumat yang mengatakan bahwa hanya penyerahan total Iran yang dapat mengakhiri perang.

Musuh-musuh Iran, kata Pezeshkian, harus membawa mimpi mereka tentang penyerahan tanpa syarat rakyat Iran ke liang kubur mereka, dalam pernyataan yang semakin meningkatkan ketegangan pada hari kedelapan konflik , yang telah mencekik pasokan minyak global dan membatasi perjalanan udara dunia.

Para pria duduk di meja
MAKIN STRES: Presiden Donald Trump (kiri) terpantau menggelar rapat menyikapi sikap Iran yang terus menghancurkan aset AS di Timur Tengah dan sekutunya, Israel.

Pada saat yang sama, Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas “tindakan” Iran baru-baru ini, dalam upaya nyata untuk meredakan kemarahan regional setelah serangan Iran mengenai sasaran sipil di negara-negara Teluk Arab .

Baca juga :   PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Ukraina untuk Indonesia

Teheran telah menanggapi serangan terhadap wilayahnya dengan menargetkan Israel, tetapi juga negara-negara Teluk Arab yang menjadi tuan rumah instalasi militer AS, sementara Israel juga melancarkan serangan intensif ke Lebanon, tempat kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran bermarkas.

Selama pekan terakhir, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi semuanya melaporkan serangan pesawat tak berawak dan rudal.

Pezeshkian mengatakan dewan kepemimpinan sementara Iran telah menyetujui penangguhan serangan terhadap negara-negara tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak dari tindakan Iran,” katanya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *