INDOSatu.co – TEHERAN – Serangan Israel ke fasilitas energi milik Iran tak membuat negeri Mullah itu ciut nyali. Justru sebaliknya, Iran akan menyiapkan serangan balasan yang lebih besar. Usai diserang Israel, asap hitam menyelimuti kota dekat Teheran dan sekitarnya.
“Jika Anda (AS dan Israel, Red) bisa mentolerir harga minyak lebih dari 200 dolar per barel, lanjutkan permainan ini,” kata seorang juru bicara Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Ahad.
AS saat ini memang berupaya menenangkan pasar di tengah lonjakan harga minyak dengan berjanji untuk tidak menargetkan infrastruktur energi Iran. Yang terjadi, Israel justru menyerang kilang minyak Iran.
Akibat serangan itu, perusahaan distribusi minyak Iran mengatakan empat karyawannya tewas, sementara kabut gelap menyelimuti kota dan bau minyak terbakar masih tercium di udara. Ledakan di kota Karaj yang berdekatan dengan ibu kota menggema di seluruh wilayah, dan meninggalkan daerah tersebut diselimuti asap.
Seorang juru bicara IRGC mengatakan, Iran akan membalas jika serangan terhadap infrastruktur energi akan terus berlanjut. Media pemerintah mengutip pernyataan juru bicara tersebut yang menuduh AS dan Israel menargetkan warga sipil dan fasilitas bahan bakar.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Ahad (8/3/2026) mulai menggunakan rudal generasi baru pada gelombang serangan ke-28 Operasi Janji Setia 4. Rudal-rudal generasi baru, menurut IRGC digunakan untuk menargetkan kota-kota di Israel dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam sebuah pernyataan dikutip Al Mayadeen, IRGC mengatakan mengerahkan rudal Kheibar generasi terbaru, dilengkapi dengan hulu ledak sangat berat. Serangan dilaporkan menargetkan Bir al-Sabe’ dan Tel Aviv, dan juga infrastruktur di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania.
Masih menurut pernyataan IRGC, skala dan kedalaman serangan militer Iran terhadap musuh-musuhnya akan berkembang lebih besar pada beberapa jam dan hari ke depan, sebagai response Iran terhadap agresi AS dan Israel. Sementara, pejabat Iran mensinyalkan kesiapan mereka untuk melanjutkan perang, di mana komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, mendeklarasikan bahwa Iran akan terus menekan “hingga musuh-musuh menyerah dan menyesal”.
Aliabadi mengatakan, persenjataan Iran saat ini lebih canggih dan mereka menikmati fleksibilitas dan tingkat presisi tinggi rudal dan drone. Aliabadi menambahkan, bahwa “musuh-musuh bilang mereka tahu jumlah rudal yang kami punya, dan kami bilang kepada mereka untuk terus menghitung mereka di medan perang.”
Gelombang serangan baru Iran juga menghantam Teluk pada hari Ahad, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait semuanya melaporkan serangan. Semua yang diserang adalah fasilitas dan aset milik AS di Timur Tengah. Iran terus menggempur Israel yang menjadi biang perang di Kawasan Teluk. (*)




